MUI, PBNU dan Muhammadiyah Ajak Masyarakat Sikapi Pemilu Proporsional dan Konstitusional

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Muhammadiyah di Provinsi Bengkulu, mengajak masyarakat menyikapi pemilu 2019 secara proporsional dan konstitional. Hal itu diutarakan dengan awak media saat konfrensi pers di Santika Hotel Bengkulu, Kamis (2/5).

“Kita patut bersyukur pekerjaan besar bangsa kita terkait penyelanggaaran pemilu secara serentak berjalan dengan sukses dan lancar. Walaupun masih ada persoalan kecil dan itu biasa saja,” ujar ketua MUI Bengkulu Prof. Rohimin saat konfrensi pers.

Dikatakan Prof. Rohimin, proses perhitungan suara yang tengah berjalan harus disikapi dengan bijak, proporsional dan konstitusional tidak menafsirkan sendiri, karena ini masalah besar bangsa saat ini. Terhadap berbagai respon dari perhitungan ini, demokrasi yang tengah berjalan dan ini bagian pembelajaran itu.

“Sejak awal hingga sampai proses terpilihnya presiden dan legislatif secara konstisional nantinya, MUI mendampingi dan mengawasinya proses demokrasi 2019 ini,” ungkapnya.

Pada saat pengumuman resmi KPU pada 22 Mei nanti dan dengan kehadiran bulan Ramadan yang sebentar lagi dilaksanakan umat muslim di Indonesia, dapat meredakan polemik yang terjadi akibat pemilu. Terkait dengan proses pemilu nantinya, bagaimana kita menyikapainya dengan Propisonal, Konstistonal dan bijak. Peran masing-masing pihak dapat memberikan edukasi/pendidikan demokrasi dan politik yang baik bagi masyarakat.

“KPU sudah bekerja dengan maksimal transpran, jujur, adil dan konstistional. Kalau ada hal kecil bersifat ganjalan agar dapat diselesaikan secepat mungkin,” tegasnya.

Senada dengan Ketum MUI, Wakil Ketua Umum Pimpinan wilayah Muhammadiyah Bengkulu, Fazlur Hamidi, mengapresiasi yang tinggi bagi penyelanggara pemilu sehingga Bengkulu, aman jika dibanding dengan daerah lain yang ada bergejolak. Muhamadiyah di berbagai tingkatan juga perihatin banyaknya penyelenggara pemilu yang meninggal dunia dan sakit.

“Semoga mereka diterima disisi Allah. Siapapun yang menciderai demokrasi saat ini, celaka bagi orang-orang yang berbuat curang tersebut,”tandasnya.

Muhammadiyah berharap masyarakat menerima hasil dan tahapan proses dengan tidak melakukan hal yang membuaat negara porak poranda dan menciderai demokrasi.

“Pesan terhadap masyarakat, mari ciptakan Bengkulu yang damai dan terimalah demokrasi ini dengan bijak dan elok, agar Bengkulu bisa jaya dan sukses,” tukasnya.

Ketua Wilayah PBNU Bengkulu Zulkarnain Dali mengatakan, kesiapan mental, dan pikiran harus dikuatkan untuk menerima hasil dari KPU nantinya. Dan politik jangan dicampur adukan dengan agama.

“Yang kalah mengatakan orang yang menang itu curang. Itu sudah terjadi dari nabi adam dahulu kala,” guyonnya.

Masih kata zulkarnain, yang jelas di Provinsi Bengkulu, pemilu sudah teransparan sudah sesuai mekanisme yang berlaku. Jika tidak siap kalah jangan mencalonkan diri.

“Kalah jangan mengamuk dan masyarakat jangan mudah terpengaruh dengan hoax,” ucapnya.

Ia berharap, masyarakat dapat bersama-sama menahan diri apapun keputusan nantinya. Tarik pola pemikiran secara global buka wawasan pola pikir yang hrus dibangun. Jangan sampai mudah terprovokasi. (HBN)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*