MUI Minta Masyarakat Terima Putusan MK

1. Ary/Bengkulu EkspressDialog Kebangsaan yang dilakukan Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Rejang Lebong di gedung Nu Rejang Lebong Rabu (26/6).

CURUP, Bengkulu Ekspress– Menjelang dibacakannya putusan sengketa Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Ketua MUI Rejang Lebong, Mabrur Syah S PdI S IP M HI, meminta masyarakat, khususnya masyarakat Rejang Lebong, menerima apapun putusan yang disampaikan MK nantinya.

“Kami berharap seluruh masyarakat nantinya bisa menerima apapun putusan yang disampaikan dalam sengketa Pilpres 2019 ini,” sampai Mabrur dalam kegiatan Dialog Kebangsaan yang dilakukan Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Rejang Lebong di Gedung Nu Rejang Lebong Rabu (26/6).

Tak hanya itu, Mabrur juga berharap pasca putusan MK nanti semua harus bersatu tidak ada lagi pendukung capres dan cawapres nomor 01 maupun 02. Menurutnya yang ada adalah pendukung 03 yaitu persatuan Indonesia.Selain itu, Mabrur juga berharap agar paska Pemilu serentak 2019 ini, Kabupaten Rejang Lebong, tetap aman dan damai sehingga umat beragama yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, bisa hidup berdampingan sebagaimana biasanya tanpa dibedakan satu sama lain terutama terkait dengan dukungan capres dan cawapres.



“Kami meminta masyarakat Rejang Lebong, agar tidak terpancing dengan berita yang beredar di medsos. Kita jangan ikut menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya tanpa melakukan pengecekan kebenarannya terlebih dahulu atau tabayun,” pesan Mabrur.

Ketua IKA-PMII Rejang Lebong, M Amin menjelaskan, dialog kebangsaan yang mereka laksanakan kemarin merupakan bentuk perhatian mereka terhadap dinamika politik yang berkembang ditanah air pasca pelaksanaan Pemilu serentak pada 17 April lalu. Dimana mereka perhatikan adanya perbedaan pandangan dalam kehidupan masyarakat.

Menurutya, perbedaan pandangan yang ada tersebut harus diartikan ke bentuk yang positif. Jangan sampai menurutnya pandangan tersebut jauh keluar kontek kebangsaan dan kenegaraan apalagi tidak sesuai dengan kontek hukum dan terjadi dilevel yang tidak memahami persoalan politik.

“Kami berharap peserta yang hadir dalam kegiatan ini bisa menyampaikan kepada anggota atau komunitas mereka dilevel bawah bahwa tidak ada yang lebih penting dari persatuan,” harap Amin.

Asisten I Bidang Pemerintahan Hukum dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Rejang Lebong, Pranoto Majid SH MH mengungkapkan, saat ini tengah terjadi perang di dunia maya terkait dengan perbedaan pilihan khususnya dalam Pilpres beberapa waktu lalu.”Meskipun saat ini tengah terjadi perang didunia maya, namun kami berharap tidak terjadi dunia nyata,” harap Pranoto.

Pranoto juga dalam kesempatan tersebut mengingatkan masyarakat Rejang Lebong untuk tidak terpecah belah, terlebih lagi menurutnya pada tahun 2020 mendatang melaksanakan pesta demokrasi yaitu Pilkada dan Pilkades, dimana untuk Pilkades dilaksanakan di 57 desa yang ada di Rejang Lebong.

Berdasarkan pantauan BE, kegiatan dialog kebangsaan kemarin dihadiri oleh 60 irang yang merupakan perwakilan dari organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, mahasiswa dan lainnya. Dalam kesempatan tersebut, pembicaranya selain dari Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, juga dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Rejang Lebong. (251)