Mudik, Warga Bengkulu Tewas

ULU MANNA, Bengkulu Ekspress– Mudik saat momen hari raya Idul Fitri 1440 H merupakan kesempatan mudik terakhir bagi Sulaiman Effendi (23), warga jalan Martadinata 10 RT 08 RW 02 Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu. Pasalnya, dirinya tewas karena terbawa arus sungai Air Manna. Jasadnya sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) di Kota Bengkulu.

Kapolres Bengkulu Selatan (BS), AKBP Rudy Purnomo SIK MH melalui Kapolsek Pino, Iptu M Syafik membenarkan adanya warga yang meninggal dunia terbawa arus sungai diwilayahnya. Dikatakannya, sebelumnya korban mandi bersama warga di aliran sungai Air Manna, Desa Merambung, Ulu Manna, Kamis (6/6) sekitar pukul 15.30 WIB. Rupanya saat mandi, korban tidak bisa berenang, sehingga hanyut terbawa arus sungai.

Melihat korban sudah terbawa arus sungai, warga berusaha menolongnya. Namun belum sempat ditolong, korban sudah tenggelam. Lalu warga bersama aparat kepolisian dan Bazarnas berusaha mencarinya. Hanya saja karena saat itu hari mulai gelap, warga kesulitan menemukan korban.

Namun akhirnya setelah 2 hari hanyut terbawa arus, korban ditemukan mengapung tersangkut di kekayuan di tengah sungai di Desa Batu Kuning, Ulu Manna. Jarak antara korban hanyut hingga ke lokasi ditemukan sekitar 7 km.“ Saat ditemukan korban sudah meninggal dunia,” ujarnya.

Kepala Desa Merambung, Ulu Manna, Hamdani mengatakan, sebelumnya korban bersama kakaknya mudik dari Kota Bengkulu. Sebab korban sudah tinggal di Kota Bengkulu.Dirinya mudik di rumah neneknya di Desa Merampung.

Kemudian kamis sore, korban bersama kakaknya mandi ke sungai. Hanya saja, sepertinya korban tidak bisa berenang, sehingga hanyut terbawa arus sungai. Sejak diketahui hanyut, korban baru ditemukan 40 jam kemudian dalam kondisi sudah meninggal dunia. Lalu jenasahnya dibawah keluarganya pulang ke Kota Bengkulu.“Korban mudik saat idul fitri, lalu mandi ke sungai kemudian hanyut terbawa arus, saat ditemukan korban sudah meninggal dunia,” ujar Hamdani.