MTQ Sukses, Tolak Ukur Keberhasilan Mukomuko

BUDI/Bengkulu Ekspress DIINGATKAN: ASN di Kabupaten Mukomuko diingatkan agar menghilangkan rasa takut dan bekerjalah sesuai prosedur serta aturan.

MUKOMUKO, Bengkulu Ekspress– Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mukomuko, Drs Marjohan menyampaikan, Kabupaten Mukomuko pada Oktober 2019 mendatang sebagai tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Bengkulu. Momentum tersebut merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan Kabupaten Mukomuko.  “Suksesnya MTQ nantinya, merupakan tolak ukur keberhasilan daerah kita ini,” tegasnya.

Ia mengingatkan, kepada seluruh pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya agar tidak takut dalam menjalankan tugas dan fungsi (Tupoksi).Tetapi jalankan tugas dan amanah tersebut sesuai dengan prosedur dan peraturan yang ada.

“Timbulnya ketakutan-ketakutan. Jika yang dilakukan ada kesalahan, barulah bisa disalahkan.Tetapi, jika dijalankan dengan baik sesuai prosedur dan aturan. Maka apa yang dilakukan khususnya dalam menjalankan suatu kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sukses,”bebernya.

Ia juga mengingatkan, kepada seluruh ASN di jajaran Pemkab Mukomuko, tetap menjalankan tupoksi sesuai prosedur dan tidak melanggar aturan-aturan yang ada. Sekda juga mengajak, seluruh elemen masyarakat bersama-sama pro aktif dan mendukung penuh kegiatan skala provinsi yang akan digelar di Kabupaten Mukomuko.Termasuk juga mendukung seluruh kegiatan dan program yang dijalankan pemerintah. Baik itu, yang anggarannya yang bersumber APBD kabupaten, provinsi hingga APBN.“Mari bersama-sama kita sukseskan MTQ tingkat provinsi yang digelar Oktober 2019 mendatang,” ajaknya.

Diketahui total anggaran untuk kegiatan mendukung dan mensukseskan MTQ tingkat provinsi, baik itu fisik maupun non fisik mencapai belasan miliar rupiah. Diantaranya, pembangunan fisik landscape Masjid Agung Baitul Huda, panggung utama mencapai Rp 9 miliar yang diplotkan di Dinas PUPR.

Selain itu, promosi seperti ekspose MTQ untuk pembuatan baliho, spanduk dan lainnya di plotkan di Diskominfo sekitar Rp 900 juta. Pengadaan pakaian, makan dan minum,honor nara sumber/ahli dan lainnya di Bagian Kesra sekitar Rp 3,1 miliar dan di bidang kebudayaan sekitar Rp 800 juta.(900)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*