MPLS di Kota Bengkulu Tak Serentak

MPLS
Ist/Bengkulu Ekspress
Kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di salah satu sekolah di Kota Bengkulu, yang dilaksanakan Kamis (12/07/18).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dilaksanakan dimasing-masing sekolah,
kegiatan ini dilaksanakan serentak se-Indonesia dan dimulai hari ini. Hanya saja di Kota Bengkulu, tidak dilaksanakan serentak. MPLS baru dilakukan sebagian sekolah yang telah memenuhi daya tampung siswanya saja. Selebihnya yang jumlah siswanya kurang melaksanakan MPLS pada 16 Juli bersamaan dengan hari pertama masuk sekolah.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bengkulu, Firman Jonaidi S.Pd, saat dikonfirmasi Bengkulu Ekspress membenarkan, MPLS di sekolah di Kota Bengkulu, tidak dilaksanakan serentak. Dengan alasan sebagian sekolah dalam Kota Bengkulu, masih fokus dalam layanan penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahap II bebas Zonasi, lantaran sekolah belum memenuhi daya tampung.

“MPLS di sekolah ada yang sudah melaksanakan ada yang belum melaksanakan karena masih kekurangan siswa, ” katanya.

Secara jadwal pelaksaan MPLS dilaksanan tiga hari, terhitung 12-14 Juli 2018. Pada 16 Juli, seluruh siswa sudah optimal melaksanakan kegiatan belajar mengajar aktif. Meski begitu, sekolah yang baru selesai melaksanakan PPDB diberikan toleransi dalam proses MPLS.

“Dulu berharap proses PPDB terpenuhi, namun dalam perjalanan masih ada sekolah yang belum terpenuhi daya tampung siswanya sehingga dibuka PPDB tahap II bebas zonasi. Sekolah ini diberikan toleransi melaksanakan MPLS setelah pelaksanaan dijadwalkan ulang,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan MPLS sekolah dapat mempedomani Permendikbud Nomor 18 tahun 2016. MPLS setiap sekolah wajib melibatkan guru dan sejumlah OSIS, dan penanggungjawab utama kepala sekolah. Sekolah yang terlambat melaksanakan PPDB, bisa memadatkan rentang waktu jadwal, misal yang sebelumnya dijadwalkan selama tiga hari bisa dipadatkan sehari dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.

“Ikuti MPLS benar-benar memathui semua aturan yang dibuat oleh Kemdikbud,” tegasnya.

Materi MPLS digunakan untuk pengenalan lingkungan dan pembinaan karakter siswa dan sekolah. Jangan ada
lagi MPLS dengan menggunakan atribut yang aneh. Selama ini ada anak yang dibebani membawa kulit petai, kacamata kerupuk jengkol, dan banyak lagi. Kini hal itu sudah dilarang.

Sementara itu, Kepala SMPN 22 Kota Bengkulu, Septa Lena menuturkan, walau masih terjadi kekurangan daya tampung siswa baru di sekolahnya. Iadibantu panitia dari guru dan OSI telah melaksanakan MPLS.

Diawali dengan proses pembukaan MPLS. Dengan materi pengenalan lingkungan, tata tertib sekolah dan
lainnya. (247)