Motor Diambil Debt Collector, IRT Lapor Polisi

Bengkulu, bengkuluekspress.com – Seorang ibu rumah tangga (IRT), Susnaini (41) warga Jalan Telaga Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu, melapor ke Polda Bengkulu. Dia tak terima motor jenis Honda Beat Pop miliknya diduga dirampas oleh debt collector dari PT. Elysia Mulya Citra (EMC), akibat menunggak pembayaran angsuran kredit motornya. Diapun melaporkan kejadian tersebut ke Polda Bengkulu karena merasa dirugikan.

Di hadapan penyidik Polda Bengkulu, pelapor mengatakan kasus tersebut berawal dari petugas dari PT. EMC mendatangi pelapor untuk menagih angsuran motor yang menunggak selama 6 bulan. Karena, belum memiliki uang, pelapor pun mengatakan jika dirinya belum bisa membayarnya.

Atas hal itu, petugas PT. EMC meminta agar pelapor datang ke kantornya untuk mencarikan solusi terkait dengan tunggakan tersebut. Namun, setibanya di kantor itu motor milik pelapor malah dibawa kabur oleh seseorang yang diduga salah seorang karyawan PT. EMC.

“Saat sampai di sana, motor saya langsung dibawa kabur. Nggak tahu kemana katanya mau cari solusi kok malah kayak gini,” kata Susnaini saat melapor ke polisi.

Saat dikonfirmasi Kuasa Hukum PT. EMC Andri Aan SH MH mengatakan, penarikan motor tersebut sudah sesuai SOP dan mereka membantah melakukan perampasan. “SOP sudah dilakukan SP1, SP2, dan SP3 sudah diberikan, namun ibu itu tetap tidak mau membayar tunggakan selama 6 bulan. Sementara ini motornya kami amankan di kantor,” kata Andri.

Lebih lanjut dikatakan Andri, perusahaan yang diminta PT. NSC sebagai pihak ketiga untuk melakukan penagihan dan penarikan motor tersebut. “Kami hanya diminta PT. NSC memproses penagihan, karena ibu itu sudah menunggak selama 6 bulan dan tak ada etikad baik untuk membayar,” tambahnya.

Diketahui, pelapor ini membeli motor secara kredit melalui PT NSC. Hingga saat ini jika dijumlahkan total tunggakan yang harus dibayarkan pelapor sekitar Rp 8 juta. (Imn)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*