MOS Tanpa Kekerasan

BENGKULU, BE – Bayang-bayang Masa Orientasi Siswa (MOS) dengan kekerasan tentu masih menghantui para siswa baru berdasarkan pengalaman sebelumnya. Namun, ditahun pelajaran baru kali ini, Dispendik mengupayakan MOS tanpa kekerasan dan bentuk perploncoan yang menyiksa fisik maupun psikis siswa. Pelaksanaan MOS harus proporsional sesuai dengan makna dan tujuan MOS itu sendiri.
Hal ini ditegaskan, Ketua PPDB Kota Bengkulu, Rodiyanti S.sos, “Hari pertama masuk sekolah selama 3 hari diisi dengan kegiatan MOS yang bersifat edukatif dan bukan mengarah kepada tindakan destruktif. Juga  berbagai kegiatan lain yang merugikan siswa baru baik secara fisik  maupun secara psikologis,” tegasnya. Kegiatan MOS dilakukan selama jam belajar antara lain dengan ceramah, pengenalan terhadap program dan cara belajar, tata tertib, kegiatan ekstrakurikuler, lingkungan serta visi dan misi sekolah. Sebagai pembinaan awal ke arah terbentuknya kultur sekolah yang kondusif bagi proses belajar mengajar.
Kegiatan ini bertujuan agar siswa baru mengenal kehidupan lingkungan sekolah dan menyatu dengan warga sekolah dalam rangka mempersiapkan diri mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Kegiatan MOS harus mencakup penumbuhan kembangan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan, mengembangkan wawasan kebangsaan, kenegaraan, demokrasi dan kepribdian. Pengembangan, penghayatan dan apresiasi dan ekspresi terhadap seni. Membentuk manusia yang sehat jasmani dan rohani,” jelasnya.
Agar MOS berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan tidak terjadi bias, seperti bullying, perpeloncoan, pemalakan dan hal-hal negatif lainnya. Maka seluruh kegiatan MOS dilaksanakan, dibimbing dan diawasi oleh guru. Metode penyelenggaran diupayakan sedemikian rupa agar menarik dan menyenangkan bagi siswa. (128)