Monumen Fatmawati Batal Diresmikan

fatmawati
Foto : IST

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah merencanakan pembangunan monumen Ibu Fatmawati yang akan diresmikan pada puncak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus mendatang. Namun, rencana tersebut tidak terealisasi. Kepala Biro Pemerintah dan Kesra Setdaprov Bengkulu, Edie Hartawan MSi mengatakan, pembatalan rencana tersebut lantaran banyaknya event yang akan digelar oleh pemprov dalam tahun ini.

“Event banyak sekali kita gelar, jadi tidak terkejar jika peresmian monumen Fatmawati itu kita lakukan Agustus ini,” terang Edie kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (15/7).

Dikatakannya, untuk meresmikan monumen Fatmawati itu membutuhkan persiapan cukup panjang. Sebab, dalam rangkaian peresmian itu juga akan dilakukan tradisi napak tilas menjahit Bendara Merah Putih di rumah Fatmawati oleh Ibu Negara RI dan diikuti oleh semua istri Gubernur se-Indonesia. Sehingga bendaranya tersebut bisa dikibarkan di Istana Negara dan kantor gubernur yang ada di Indonesia.

“Persiapannya banyak sekali dan tidak bisa secara dadakan. Harus matang sekali, sehingga kita pertimbangkan untuk tidak dilakukan dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Meski pembangunan Monumen Fatmawati sedang dalam pengerjakan di Kota Bandung, namun demikian, rencana peresmian monumen di Simpang Lima Kota Bengkulu itu tetap akan dilakukan. Targetnya, pada HUT Provinsi Bengkulu monumen Fatmawati tersebut sudah bisa diresmikan. “Nanti bersamaan dengan HUT Provinsi Bengkulu saja kita resmikan. Itu rencana berikutnya,” papar Edie.

Tidak hanya itu, dalam persiapan HUT RI pada tanggal 17 Agusutus mendatang, pemprov juga akan meniadakan berbagai event pendukung. Seperti lomba panjat pinang dan tradisi rakor muri juga akan ditiadakan. Termasuk lomba-lomba lain juga ditiadakan.“Kalaupun diadakan itu di OPD masing-masing, tergantung ada anggarannya atau tidak,” tegasnya.

Begitupun dengan tempat upacara bendara pada 17 Agustus akan dilakukan di Gedung Daerah Provinsi Bengkulu. Tidak seperti tahun sebelumnya dilakukan di Benteng Marlborough. “Persiapannya juga panjang kalau di Benteng, jadi kita alihkan lagi ke Gedung Daerah. Tapi untuk acara seremoni lainnya seperti ziarah makam pahlawan tetap dilakukan. Intinya acara mengarah ke seremoni semua, untuk hiburan ditiadakan semua,” pungkas Edie. (151)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*