Money Politik Masih Akan Mewarnai Pilkada BS

DISKUSI: jaringan pemuda BS diskusi santai bahas pilkada di Ketapang Bistro, Kamis (27/8).

KOTA MANNA, bengkuluekspress.com – Sebelum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2019, Jaringan Pemuda Desa Kabupaten Bengkulu Selatan menggelar Diskusi santai. Dalam diskusi tersebut membahas peluang money politik menjelang hari pencoblosan.

“Kami menilai politik uang akan mewarnai pilkada nanti,” kata Ketua Jaringan Pemuda Desa BS, Apdian Utama SE usai diskusi santai yang digelar di Ketapang Bistro, Kamis (27/8).

Dikatakan Apdian, usai diskusi santai yang diikuti oleh Pemuda dan Mahasiswa dengan berbagai latar belakang diantaranya Pemuda Muhammadiyah, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Dema STIT Alquraniyah, IKA PMII, Jurnalis, Praktisi Konsultan Politik dari Jaringan Suara Indonesia, Mantan Aktivis HMI, Komunitas Pemuda dan Pelajar Islam serta Pemuda yang berkiprah di desa, diyakini politik uang akan tinggi. Sebab diduga warga masih menginginkan serangan pajar dari para pasangan calon kepala daerah. Sehingga nanti dipastikan penentuan pilihan nanti masih dipengaruhi dengan politik uang.

“Kita tetap serukan pada warga tolak politik uang, ambil uangnya yang pilih uangnya,” ujar Apdian.

Oleh karena itu, dalam diskusi itu, sambung Apdian para peserta sepakat meminta kepada Bawaslu agar lebih aktif dan kreatif dalam mengawasi dan mengungkap kasus Politik Uang di Pilkada nanti. Sebab pihaknya meyakini bahwa politik uang, serangan fajar atau kasarnya lagi kita sebut jual beli suara dalam Pemilu dan Pilkada ini selalu saja terjadi. Tapi nyaris tidak ada kasus yang berhasil diungkap.

“Kami menyatakan kesamaan sikap untuk meminta Bawaslu agar lebih proaktif menindak pelaku tindak pidana politik uang, jangan mau kalah sama pelaku politik uang,” tandas Apdian. (asri)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*