Momentum Investasi Bengkulu: Menteri BUMN, 150 Dirut Kumpul di Bengkulu

 

Rini SumarnoBENGKULU, Bengkulu Ekspress – Provinsi Bengkulu hari ini menggelar Karpet Merah menyambut tamu-tamu spesial yang datang ke Bengkulu. Dijadwalkan, pagi ini Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI Rini Soemarno Soewandi bersama 150 Direktur Utama (Dirut) BUMN dan rombongan akan tiba di Provinsi Bengkulu.

Kedatangan Menteri BUMN dan seluruh Dirut BUMN tersebut, untuk menggelar rapat koordinasi BUMN dari 34 Provinsi se-Indonesia.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bengkulu, Dr H Rohidin Mersyah MMA menyambut baik tamu-tamu ini, karena akan menjadi momentum investasi Bengkulu. “Kita sambut dengan baik kedatangan Menteri dan semua Dirut BUMN ini,” ujar Rohidin kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (21/11).

Rohidin mengatakan, kedatangan Menteri dan semua Dirut BUMN ini menjadi kesempatan pemprov untuk menjelaskan semua potensi yang ada di Provinsi Bengkulu. Harapannya tidak lain, agar semua BUMN itu dapat menanamkan investasinya di Bumi Rafflesia ini. “Ini kesempatan kita untuk menjelaskan potensi yang ada di Bengkulu,” tuturnya.

Tak hanya itu, Rohidin juga akan meminta Menteri BUMN untuk dapat menyelesaikan permasalahaan kampung nelayan dan kampung sejahtera.

Termasuk penghibahan lahan yang akan dilakukan PT Pelindo ke Pemda Kota Bengkulu.

“Permasalahaan kampung sejahtera kita minta juga dapat segera diselesaikan,” ujar Rohidin.
Dalam agendanya, Menteri dan Dirut BUMN itu setelah rakor, akan melakukan kunjungan ke rumah pengasingan Bung Karno Kota Bengkulu dan keesokan harinya Kamis (23/11) akan melakukan jalan sehat yang dimulai dari Hotel Grage ke Benteng Marlborough dan finish di Hotel Grage.

Setelah selesai, Menteri dan Dirut BUMN akan melakukan peninjauan di Pelabuhan Pulau Baai Kota Bengkulu. “Ini juga menjadi langkah strategis untuk mengusulkan pengembangan Pelabuhaan Pulau Baai Bengkulu,” katanya.

Dia mengatakan, Bengkulu ini Provinsinya kecil tetapi punya satu infrastruktur besar yaitu Pelabuhan Pulau Baai, “pelabuhan Pulau Baai ini punya lahan pendukung 1200 Hektar,” paparnya.

Rohidin mengatakan, Pemprov Bengkulu sangat serius membangun kawasan industri baru di dekat Pelabuhan Pulau Baai ini. Kawasan industri ini sangat strategis dan harus ditopang semua komponen yang berkaitan.

Tujuannya untuk menggerakkan laju pertumbuhan ekonomi Bengkulu sebagai pintu gerbang ekonomi maritim pantai barat Sumatra. “Posisi lahan sudah siap, Desember kita lakukan ground breaking,” ujar Rohidin

Sebagai komitmennya, Rohidin mengatakan memberikan garansi dan komitmen serta akses seluas luasnya dan mempermudah semua proses perizinan. “Para Investor tidak usah ragu untuk menanamkan modal ke Bengkulu dengan nyaman,” katanya.

Dia berkeinginannya agar Bengkulu masuk ke dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang akan dicanangkan oleh Bappenas yang hampir 60 Daerah. Penetapan KEK ini sangat potensial nantinya dengan berfungsinya Pelabuhan Pulau Baai, pengembangan industri kedepan akan sangat besar.

“Bengkulu itu bisa memacu pertumbuhan Sumatera dengan Pulau Baai itu jika dibangun KEK disini, dan ia bisa membantu pengendalian Inflasi Sumatera, karena bisa mengendalikan moda transportasi barang jasa utama,” pungkas Rohidin.

General Manager PT Pelindo II Cabang Bengkulu Drajat Sulistyo mengatakan, ada empat pembangunan yang sudah disetujui oleh dewan Direksi Pelindo diantaranya pembangunan Terminal Curah Basah untuk kebutuhan suplay bahan baku industri dan lalu lintas pengapalan minyak mentah kepala sawit (CPO).

Terminal curah kering untuk batu bara dan cangkang kelapa sawit sebagai bahan baku utama Pembangkit Listrik Tenaga Uap yang akan beroperasi pada akhir tahun 2019.

Di kawasan ini juga akan dibangun terminal khusus hewan dengan luasan lahan mencapai 50 hektare.

Ditargetkan setiap tahun pelabuhan dan terminal khusus hewan ini akan mampu menerima hewan ternak jenis sapi hingga 1,5 juta ekor dan ribuan ekor hewan ternak lain setiap tahun.

Pengembangan Terminal Peti Kemas juga dilakukan awal Desember ini. Lalu lintas barang yang dilakukan dengan jasa peti kemas ini akan didongkrak hingga 300 persen dari kondisi saat ini yang hanya melayani 30 ribu peti kemas setiap bulan. “Pengelolaan distribusi logistik untuk kawasan Sumatera Selatan bagian tengah kita benahi,” ujar Drajat.

Dia menambahkan pihaknya juga membuka peluang untuk para pebisnis yang bermain di sektor pelabuhan. Salah satunya dengan menyediakan lahan untuk para investor membangun tangki timbun CPO yang teritegrasi dengan pelabuhan sebelum pengapalan dilakukan. “Kita membuka diri untuk investasi di pelabuhan,” kata Drajat Sulistyo. (151)