Moment Cegah KDRT

Hari ibuKOTA MANNA, BE – Bupati¬† H Reskan Efendi Awaludin SE saat menghadiri acara peringatan hari Ibu ke 84 kemarin di gedung pemuda mengatakan agar momen tersebut dapat dijadikan untuk mencegah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Pasalnya selama ini banyaknya kejadian kekerasan dalam rumah tangga di Bengkulu Selatan akhir-akhir ini yang selalui menghiasi media. Sehingga perlu ada upaya untuk mencegah kejadian itu, karena korbannya didominasi kaum wanita.”Moment ini bisa dijadikan refleksi agar kasus KDRT tidak terus-terusan terjadi,” kata Reskan.

Ditambahkannya, terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, tidak hanya disebabkan oleh permasalahan perekonomian dan anak semata. Akan tetapi KDRT terjadi karena keegoisan masing- masing diri suami ataupun sang istri. Diharapkan agar ibu-ibu lebih bersabar dalam menghadapi sikap suaminya. Selain itu dapat membimbing suaminya itu dapat lebih mengontrol emosi.Terlebih lagi dari banyaknya KDRT yang terjadi, penyebabnya karena masing-masing pihak mempertahankan egonya masing-masing,Sehinga sang ibu menjadi korban dan akhirnya melaporkan sang suami ke pihak kepolisian. ” Harus bisa menahan diri agar KDRT bisa dihindari. Jika sudah sampai ke proses hukum, yang dirugikan juga keluarga sendiri,” terangnya.

Sementara itu Sekkab BS H Zainal Abidin Merahli dalam sambutannya saat pembukaan acara hari Ibu kemarin menghimbau agar para ibu dapat lebih meningkatkan lagi kerja sama dan lebih memperbanyak lagi intensitas pertemuan.Sehingga terjadi saling tukar pikiran dan untuk menambah ilmu pengetahuan. “Ke depanya adanya upaya dari ibu-ibu untuk terwujudnya emansipasi wanita, sehingga bahu membahu dengan kaum pria dalam mewujudkan pembangunan,” terang Zainal.

Ny Endang Reskan selaku ketua TP PKK BS menyampaikan¬† agar momen ini dapat dimanfaatkan oleh kaum ibu agar dapat menjadi ibu yang tangguh sebagaimana tema acara yakni peran serta perempuan dan laki-laki dalam mewujudkn pembangunan berkelanjutan menuju kesejahteraan bangsa.”Ibu-Ibu harus bangkit terutama mampu menciptakan anak-anak yang berkualitas dan semoga pemerintah mampu memberikan ruang bagi perempuan dalamm pelaksanaan pembangunan,” demikian Endang. (369)