Momen Menuju Kota Bahagia dan Religius

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Walikota Bengkulu H Helmi Hasan SE mengajak semua pihak menjaga kekompakan dalam membangun Kota Bengkulu tercinta.  Hal ini disampaikan Helmi Hasan usai menjadi Pembina Upacara Hari Jadi Kota Bengkulu ke 300 di Halaman Kantor Walikota Bengkulu, Bentiring, Senin (18/3).

“Tanpa dukungan semua pihak, mustahil Kota Bengkulu dapat kita bangun. Di 300 tahun Hari Jadi Kota Bengkulu, mari kita jadikan Kota Bengkulu yang bahagia dan religius,” ujar Helmi.

Dalam upacara yang dihadiri FKPD, Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, anggota DPRD, para pejabat eselon II, III, IV dan ASN di lingkungan Pemkot Bengkulu, perwakilan Pemkab se-Provinsi Bengkulu, perwakilan TNI-Polri, dan perwakilan pelajar, serta undangan lainnya ini, Walikota mengajak untuk terus berbenah agar tercipta kenyamanan, keamanan, serta kebahagiaan. “Kita juga akan terus mengupayakan pembangunan. Baik itu infrastruktur, pariwisata, pendidikan, sosial dan fasilitas umum,” sampainya.

Kota Bengkulu lanjut Helmi diusia yang ke 3 abad ini sudah menapaki perjalanan sejarah yang panjang dalam bidang pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat. Saat ini, sambung Helmi, pembangunan di Kota Bengkulu semakin dirasakan oleh masyarakat. Tidak hanya jalan mulus, beberapa program yang belum lama dilaunching seperti Program Aplikasi Harapan dan Doa (HD) Oto, HD City, wifi gratis, dan program-program lainnya telah banyak dirasakan manfaatnya oleh warga.

” Untuk itu dalam kesempatan ini kami mengajak seluruh komponen masyarakat yang ada di Kota Bengkulu untuk menjadikan hari ulang tahun ini sebagai sarana instropeksi terhadap apa yang telah kita lakukan demi kemajuan pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” tuturnya.

Sekretaris Daerah Kota, Marjon MPd menuturkan bahwa dalam moment ini komitmen Pemerintah untuk menjadi Kota Religius semakin kuat, dalam rangkaian kegiatan keagamaan yang terus dilakukan selama ini sudah menunjukkan perubahan yang positif dan tidak ada lagi perbedaan antar agama, suku dan ras, melainkan semua bersatu untuk memakmurkan rumah ibadah masing-masing dan saling mendoakan agar masyarakat semakin sejahtera dan diberikan keberkahan dari Allah SWT.

” Kita merasakan kepuasan itu ketika semua agama bersatu padu dan saling terjalin silaturahmi yang baik serta sama-sama mendoakan Kota Bengkulu semakin maju dan makmur. Maka dari itu mari kita makmurkan rumah ibadah karena rumah ibadah lah tumpuan kita untuk kedepan,” tutur Marjon. (805)

Walikota Paparkan Capaian Kerja

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu menggelar rapat paripurna dalam rangka HUT Kota Bengkulu ke-300 tahun, kemarin (18/3). Rapat yang digelar setelah pelaksanaan upacara di halaman Kantor Walikota ini, dipimpin langsung oleh Ketua DPRD kota, Baidari Citra Dewi SH dan dihadiri oleh Walikota Helmi Hasan, Wakil Walikota Dedy Wahyudi, Wakil Ketua DPRD I Wien Zafitrah Ruslan, dan Wakil Ketua DPRD II, Teuku Zulkarnain SE, serta seluruh tamu undangan lainnya.



Rapat paripurna ini sangat kental dengan adat budaya Bengkulu, selain ruang rapat yang dihiasi semarak warna keemasan dan merah, para tamu undangan yang hadir serta seluruh Anggota DPRD Kota Bengkulu juga menggunakan pakaian adat kebesaran masyarakat Bengkulu. Peserta rapat paripurna perempuan tampak sebagian mengenakan kebaya sementara sebagian lainnya mengenakan baju adat Bengkulu dan kain songket, sedangkan laki-laki tampak mengenakan jas dilengkapi songket dan detar yang merupakan ciri khas bangsawan pada jaman raja-raja.

Tak hanya itu, para pejabat dan tamu undang lainnya juga disambut dengan kesenian barong landong, sarapal anam, dan tari adat sekapur sirih, sebelum memasuki ruangan rapat paripurna. Pimpinan rapat dan perwakilan anggota dewan kota melakukan petatah petitih yang merupakan ciri khas Bengkulu sebagai tanda acara akan segera dimulai.

Setelah itu rapat resmi dibuka, Ketua DPRD kota, Baidari Citra Dewi menceritakan sejarah lahirnya Kota Bengkulu sejak masa kerajaan hingga pembentukan sebagai kotamadya. Paripurna diawali dengan pemaparan sejarah lahirnya Kota Bengkulu sejak masa kerajaan hingga pembentukannya sebagai kota madya. Baidari pun berharap peringatan hari jadi ini menjadi momentum agar Kota Bengkulu menjadi lebih baik.

Secara resmi dicanangkan tanggal 17 Maret 1719, yang kemudian diatur melalui Peraturan Daerah Kotamadya Bengkulu Nomor 01 tahun 1991. Untuk peringatan hari jadi dilakukan setiap tanggal 17 Maret dengan motto Seiyo Sekato Kito Bangun Putri Gading Cempaka menuju Kota Semarak, Sejuk, Meriah, Aman, Rapi dan Kenangan.” Semoga Kota Bengkulu semakin maju, dan roda pemerintahan semakin baik serta mampu mewujudkan sebagai kota religius,” kata Baidari.

Legislatif, lanjutnya, akan selalu mendukung semua program Pemkot Bengkulu. Baik dari sisi anggaran dan pengawasannya.”Sejauh ini, kinerja walikota dan wakil walikota sudah nampak bagus. Baik itu bila dilihat dari pembangunan infrastruktur seperti jalan yang sudah mulus, lampu-lampu jalan sudah terang. Begitu juga pada program religiusnya,” papar Baidari.

Kedepan, dia berharap agar Pemkot juga terus berupaya menciptakan lapangan kerja. “Honorer yang sudah ada jangan dipecat. Tapi harus dimaksimalkan,” pungkasnya. Sementara itu, Walikota H Helmi Hasan SE menjelaskan dalam pembangunan bidang infrastruktur perkotaan telah dicapai dengan sangat baik melalui peningkatan kualitas jalan dalam program 1000 jalan mulus. Dan secara terus menerus persentase jaringan jalan telah bertambah dari target 87 persen tercapai 90 persen atau sepanjang 913,030 KM.

Bahkan setiap pembangunan jalan dilengkapi dengan pembangunan drainase, trotoar dan lampu jalan untuk menambah keindahan kota dan kenyamanan pejalan kaki. ” Untuk 2017-2018 pemkot melalui PDAM telah mengikuti program hibah air minum dengan dana Rp 5,5 milyar telah terpasang 2.800 SR gratis. Capaian kerja bidang pendidikan juga menunjukkan kenaikan, angka partisipasi kasar (APK) SD 2017 mencapai 99,66 persen, APK SMP 99,32 persen dan APK SMA 107,35 persen,” papar Helmi Hasan.

Ia juga menjelaskan kinerja pembangunan bidang kesehatan telah berjalan dengan baik, rata-rata angka harapan hidup (AHH) penduduk Kota Bengkulu adalah 69,52 tahun. Hal ini menunjukkan kondisi kesehatan penduduk kota meningkat dengan kualitas kesehatan yang lebih baik.

” Angka kematian bayi 2018 tercatat sekitar 4,52 per seribu bayi, selama beberapa tahun terakhir angka kematian bayi di kota berangsur-angsur mengalami penurunan. Begitu juga kemiskinan selama 3 tahun terakhir mengalami penurunan sebesar 1,9 persen, dimana pada 2016 sebesar 20,72 persen turun menjadi 18,82 persen di tahun 2018,” jelasnya.

Atas semua keberhasilan ini pihaknya mengajak agar seluruh pihak sama-sama bersyukur kepada Allah SWT dan tetap terus menjaga kekompakan serta mengimbau agar seluruh jajaran birokrasi untuk kompeten, loyal dan profesional.  ” Terhadap permasalahn dan tugas yang belum sepenuhnya terselesaikan, kita patut menanamkan tekad agar segera diselesaikan dengan baik sehingga Kota Bengkulu akan jauh lebih baik lagi,” pungkas Helmi. (805)