Modifikasi Pembelajaran

Budi Mulia SPdLEBONG SELATAN,BE – Salah satu Guru Pendidikan Jasmani di SMPN 1 Lebong Selatan, Budi Mulia SPd mengatakan, modifikasi pembelajaran pendidikan jasmani dianggap penting untuk diketahui oleh para guru pendidikan jasmani.
Dikatakan Budi, dalam penyelenggaraan program pendidikan jasmani hendaknya mencerminkan karakteristik program pendidikan jasmani itu sendiri yakni “Developentally Appropriate Practice” (DAP). Artinya tugas ajar yang disampaikan harus memperhatikan perubahan kemampuan atau kondisi anak, dan dapat membantu mendorong kearah perubahan tersebut.
”Tugas ajar tersebut harus sesuai dengan tingkat perkembangan dan tingkat kematangan anak didik yang diajar. Perkembangan atau kematangan yang dimaksud mencakup fisik, psikis maupun keterampilannya,” kata Budi.
Selain itu, tugas ajar sebagai guru penjas juga harus mampu mengakomodasi setiap perubahan dan perbedaan karakteristik individu dan mendorongnya kearah perubahan yang lebih baik. Untuk itu diperlukan modifikasi dalam pembelajaran. Sebab modifikasi upaya yang dapat dilakukan oleh para guru agar proses pembelajaran  mencerminkan DAP. Esensi modifikasi adalah menganalisis sekaligus mengembangkan materi pelajaran dengan cara meruntunkannya dalam bentuk aktivitas belajar yang potensial sehingga dapat memperlancar siswa dalam belajarnya.
“Nah cara ini dimaksudkan untuk menuntun, mengarahkan, dan membelajarkan siswa yang tadinya tidak bisa menjadi bisa, dan yang kurang terampil menjadi lebih terampil,” katanya. Cara guru memodifikasi pembelajaran tercermin dari aktivitas pembelajarannya yang diberikannya , mulai awal hingga akhir pelajaran.
”Selanjutnya guru pendidikan jasmani juga harus mengetahui apa saja yang bisa dan harus dimodifikasi serta tahu bagaimana cara memodifikasinya,” pungkas Budi.(777)