Mobnas Dibobol, Mutasi Pejabat Terancam Batal

PONDOK KELAPA, BE- Suasana lauching e-KTP di Kantor Camat Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah, kemarin siang tiba-tiba heboh. Itu lantaran mobil dinas pejabat BKD, Hendra Gunawan MSi, Kabid Data BKD Benteng, dirampok penjahat dengan cara membobol kaca mobnas yang terparkir di pinggir jalan raya. Akibat kejadian, Hendra mengaku kehilangan sejumlah barang berharga, seperti satu unit laptop, 4 buah hard disc eksternal. Yang tak kalah penting, data mutasi pejabat Benteng ikut dibawa kabur pelaku, sehingga mutasi yang direncanakan dalam waktu dekat pun terancam batal. Peristiwa perampokan itu sendiri terjadi ketika korban tengah mengikuti Launching e-KTP di Kantor Camat Pondok Kelapa. Saat itu, mobnas yang biasa dikendarainya diparkir di pinggir jalan atau sekitar 200 meter dari kantor camat setempat. Saat kejadian, sebagian besar kendaraan dinas Pemkab Benteng memang parkir di pinggir jalan, memanjang di sisi kiri dan kanan jalan. Aksi pelaku diketahui setelah suara keras pecahnya kaca terdengar hingga ke ruang acara. Para pejabat dan peserta launcing pun segera bergegas mendekat sumber suara. Dan saat ditemukan, kaca mobil sudah bolong besar, kaca berhamburan, dan pintu sudah dalam keadaan tidak terkunci. Hendra sendiri saat mengecek mobilnya, menemukan laptop dan hardisk sudah lenyap. Meski begitu, ia mencoba memastikan apakah barang berharga itu tertinggal di rumah atau memang dibawa kabur pelaku dengan menghubungi istrinya di rumah. Dari sang isteri diketahui laptop memang tidak ada di rumah. Dari pantauan BE, pelaku mengambil laptop beserta hardisk eksternal dengan memecahkan kaca pintu depan. Kemudian menggaruk laptop di dalam mobil lewat pintu samping. Usai menyikat laptop dan hardisk, pelaku langsung kabur. Diduga pelaku lebih dari satu orang. “Tadi laptop saya simpan di bagian ruang tengah mobil. Begitu juga 4 hardisc eksternal yang berisi data penting,” jelasnya saat mengecek kondisi mobil yang sudah pecah kaca pintu depan bagian kiri. Hendra mengaku khawatir data penting itu jatuh ke tangan orang yang salah karena bisa dimanfaatkan untuk kepentingan tertentu. “Kalau hilang laptop, mungkin tidak begitu rugi. Cuma data yang ada di dalam laptop itu amat penting,” katanya. Untuk menginventarisir semua data BKD yang sudah tersusun itu akan menyita waktu cukup lama.

Bupati Bengkulu Tengah, Ferry Ramli SH langsung menghampiri TKP. Ia sempat bertanya perihal kejadian. Ia lantas memerintahkan camat untuk tetap mengawasi wilayahnya dan mengantisipasi kemungkinan buruk. “Camat, tolong pak camat benahi situasi ini,” katanya. “Siap,” jawab Camat.
Usai Bupati meninggalkan lokasi, Kapolsek Pondok Kelapa AKP Rudi Marwah pun tiba di TKP. Petugas reskrim langsung olah TKP. “Pelaku diperkirakan ada dua orang. Yang satu mecah kaca. Satunya lagi pakai motor,” ungkap Kapolsek. Selain itu ditambahkan intel Polsek Pondok Kelapa, pelaku sempat hilir mudik menggunakan motor. Sepertinya bertugas mengawasi situasi sementara pelaku satunya lagi bertugas mengambil laptop. “Memang ada yang hilir mudik membawa motor berpakaian hitam dan berkucir,” kata intel tersebut. Atas kejadian itu, Kapolsek memerintahkan anak buahnya untuk menyisiri lokasi karena diperkirakan pelaku belum jauh dari TKP. “Coba sisiri arah pelaku itu,” kata Kapolsek.

Sudah Diingatkan
Kejadian kemarin merupakan pengalaman buruk bagi Satpol PP Benteng. Sebab selain terjadi siang bolong, peristiwa itu juga berlangsung di saat petugas berkumpul di acara itu. “Ya itu masukan bagi kami untuk lebih menguatkan lagi barisan. belum akan ada penambahan personel atas kejadian tersebut,” kata Kasatpol H Amirul, SH. Terkait kelalaian itu, Amirul menegaskan bahwa pihaknya sudah menyuruh pejabat agar memarkirkan di dalam lokasi tidak di pinggir jalan. Namun himbauan itu tidak diindahkan. “Tadi kami sudah suruh agar tidak memarkirkan di luar, di pinggir jalan. Tapi tidak didengar justru terjadi pembobolan,” kata Amirul. Di samping itu kata Amirul, kejadian berlangsung saat Satpol sedang makan siang, sehingga pelaku leluasa mengambil laptop. “Kejadiannya pas satpol sedang makan, ya itu masukan bagi kami,” kata Amirul. (122)