Mobnas Bodong, Hambat Lelang

Mobnas pemprov bengkuluBENGKULU, Bengkulu Ekspress – Hingga saat ini, rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melakukan lelang terbuka untuk 75 mobil dinas (Mobnas) masih belum terealisasi. Terkuak, gagalnya lelang Mobnas itu diketahui, dari 75 Mobnas yang akan dilelang, 34 Mobnas itu ternyata tidak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan alias bodong. Tidak dilengkapi surat kendaraan itu, rata-rata berupa surat tanda kendaraan (STNK) hingga buku pemilik kendaraan bermotor (BPKB). Meski demikian, Pemprov mengklaim tetap akan berupaya untuk melelang terbukaanya tahun ini.

“Memang masih ada yang belum lengkap administrasinya. Jadi masih kita lengkapi terlebih dahulu,” terang Pelaksana Tugas (Plt) Sekdaprov Bengkulu, H Gotri Suyanto SE MSoc Sc kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (15/9).

Ditegaskanya, hilangnya surat-surat kendaraan itu diketahui setelah mobnas ditarik oleh pemprov dari tangan mantan pejabat pengguna sebelumnya. Dari penarikan itu, pihak pemprov tidak mendapatkan surat-suratnya mobnas.

“Ada yang memang sudah hilang, tapi masih diupayakan untuk dicari,” paparnya.

Meski bodong, mobnas tersebut tetap akan dilelang secara terbuka. Pemprov akan membuatkan surat keterangan pengganti surat kendaraan. Nantinya, surat tersebut tetap bisa untuk mengurus surat kendaraan baru.

“Lelang tetap kita lakukan. Caranya nanti kita buatkan surat keterangan, pengganti STNK atau BPKB,” tambahnya.

Dalam lelang mobnas itu nantinya, pemprov juga tetap akan mencantumkan keterangan surat kendaraan, ada atau tidak ada. Dengan demikian, masyarakat umum yang akan membeli mobnas dengan cara lelang itu akan dapat mengetahui, kelangkapan surat kendaraan.

“Dilelang nanti kita camtumkan juga, ada atau tidak ada surat-suratnya,” ujarnya.

Pemprov saat ini masih berupaya mempersiapkan surat pengganti mobnas itu. Ketika telah siap semua, maka proses lelang terbuka akan segera dilakukan. Sebab, jika tidak dilelang secepatnya, mobnas yang telah terparkir di komplek Kantor Gubernur itu akan semakin para rusaknya. Saat ini saja, kondisi mobnas itu sudah tidak terawat. Baik itu dari sisi bodi mobnas, maupun alat kelengkapan kenderaan lainnya.

“Tahun ini kita lelang, karena semakin cepat akan semakin baik,” paparnya.

Untuk harga sendiri, Pemprov tidak akan memberikan harga mahal. Untuk satu unit mobnas itu paling murah akan dijual sekitar Rp 80 juta, sementara paling mahal sekitar Rp 80 juta. Lelang mobnas ini menjadi lelang kedua dari tahun lalu.

“Kita ingin, semua mobnas ini laku semua,” pungkas Gotri. (151)