Mobil PT DDP Nyaris Dibakar Massa

IST/Bengkulu Ekspress BLOKADE: Warga di Kecamatan Malin Deman Kabupaten Mukomuko saat melakukan blokades jalan, akibat 3 warga diamankan polisi.
IST/Bengkulu Ekspress BLOKADE: Warga di Kecamatan Malin Deman Kabupaten Mukomuko saat melakukan blokades jalan, akibat 3 warga diamankan polisi.

Dampak 3 Warga Diamankan

MUKOMUKO , Bengkulu Ekspress – Sekitar ratusan massa di Kecamatan Malin Deman Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu memblokade jalan poros kecamatan tersebut. Selain itu, juga menahan dua unit mobil milik PT Daria Dharma Pratama (DDP) dan nyaris membakar mobil tersebut.

Peristiwa itu terjadi, Minggu (6/5/2018) sekitar pukul 18.30 WIB. Informasi terhimpun dan telah tersebar di media sosial Facebook. Tidak hanya mobil PT DDP yang nyaris di bakar massa. Termasuk mobil patroli Polsek Ipuh juga sempat di tahan massa. Ini diketahui setelah anggota Polsek Ipuh mengamankan tiga warga setempat, lantaran warga tersebut beraktivitas di atas lahan eks HGU PT BBS yang informasinya saat ini dikuasai PT DDP.

Penahanan mobil PT DDP dan patroli Polsek Ipuh, sekitar pukul 22.00 WIB dilepas warga. Ini setelah adanya kesepakatan dengan pihak terkait. Dimana warga meminta agar tidak ada lagi penangkapan warga yang beraktivitas di atas lahan eks HGU PT BBS. Camat Malin Deman, Suhabri dihubungi Bengkulu Ekspress membenarkan kejadian tersebut. Namun amukan massa dapat diredam oleh pihak kepolisian dan tidak terjadi pembakaran kendaraan dan lainnya. Ia menyampaikan, persoalan antara warga dengan PT DDP sudah lama terjadi. Pihaknya selaku perpanjangan tangan Pemkab Mukomuko, telah mengimbau dan menyarankan kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis dan mengambil atau memanen sawit di atas lahan eks PT BBS. Tetapi selesaikan persoalan tersebut dengan baik. Dimana lahan eks PT BBS saat ini di kuasai PT DDP.

“Kami mengimbau kepada masyarakat jangan melakukan aktifitas, apalagi mengambil sawit di atas lahan eks PT BBS tersebut. Jikalau PT DDP ada kesalahan administrasi dalam penguasaan lahan tersebut agar dapat diselesaikan melalui jalur hukum,”sarannya.

Ditanya apakah benar ada warga yang ditahan pihak kepolisian, Camat mengaku, tidak ada warga di tahan. Tetapi sempat diamankan dan telah dilepas. Kapolsek Ipuh, Iptu Khairul Anwar Simatupang dihubungi Bengkulu Ekspress melalui via handphone, kemarin (7/5) sore menyampaikan, tidak ada penahanan warga oleh pihak kepolisian maupun warga mengamankan mobil milik perusahaan maupun polisi.

”Tidak ada pengamanan apapun, warga hanya berkumpul. Selanjutnya dengan sendirinya membubarkan diri sendirinya,”singkat Kapolsek.

Bagian Humas PT DDP, Samirana tidak ada respon dan jawaban ketika Bengkulu Ekspress menghubungi untuk melakukan konfirmasi terkait kejadian tersebut. Sehingga klarifikasi terkait kejadian itu belum berhasil didapati.(900)