Mobil Pertamina Tabrak Tiga Rumah

truk
IST/Bengkulu Ekspress
Mobil tangki Pertamina menabrak tiga unit rumah warga di Dusun 2, Desa Bintunan, Kecamatan Batiknau, Kamis (9/8) pagi.

BATIK NAU, Bengkulu Ekspress – Satu unit mobil tangki Pertamina nomor polisi B 9116 SFU berkapasitas 16.000 liter menghantam tiga unit rumah warga di Dusun 2, Desa Bintunan, Kecamatan Batik Nau, Kabupaten Bengkulu Utara (BU), Kamis (9/8) sekitar pukul 05.30 WIB.

Penyebab kecelakaan ini diduga karena sopir mengantuk dan kelelahan. Saat ada sepeda motor dari arah berlawanan, sopir kaget sehingga menghantam rumah warga. Akibat kecelakaan tersebut, tiga unit rumah warga hancur di bagian depan.  Selain itu, sopir mobil, David Larero (23) warga Desa Padang Bendar, Kecamatan Hulu Palik mengalami luka di wajah, mata dan kaki.

Sementara kenek truk, Imam Razali (21) yang masih satu desa dengan David mengalami luka di bagian pipi kiri, leher sebelah kiri, tangan kiri, kaki sebelah kiri dan sakit di bagian paha kiri. Kecelakaan tersebut dibenarkan Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi Wiranegara SH SIK melalui Kapolsek Batiknau, Ipda Malik Hevri.



“Dugaan kecelakaan karena sopir mengantuk. Kehilangan kendali sehingga menghantam rumah warga,” jelas Kapolsek, Kamis (9/8). Sopir sudah dimintai keterangan terkait kecelakaan tersebut. Terkait truk yang menabrak rumah, sudah ada kesepakatan antara sopir dan warga pemilik rumah. Sopir sudah kita periksa, dan kedua belah pihak mau berunding,” imbuh Kapolsek.

Kecelakaan tersebut bermula saat mobil tangki pertamina berangkat pukul 16.00 WIB dari Bengkulu dengan tujuan SPBU di Desa Air Hitam, Kecamatan Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, Rabu (7/8). Sekitar pukul 24.30 mobil selesai membongkar bahan bakar untuk SPBU tersebut. Setelah langsung pulang ke Bengkulu dan sekitar pukul 03.00 WIB, Kamis (9/8), mobil berhenti di Desa Kota Bani Kecamatan Putri Hijau untuk istirahat.

Setelah itu, mobil melanjutkan perjalanan pulang ke Bengkulu. Belum sampai tujuan, saat melintas di Jalan Kadun 2, Desa Bintunan, Kecamatan Batiknau, sopir truk diduga mengantuk dan kelelahan. Saat menghindari sepeda motor dari arah berlawanan, sopir langsung banting stir ke arah kiri dan menghantam rumah warga.

“Dugaannya sopir menghindari sepeda motor dari arah berlawanan, banting stir kearah kiri kemudian menghantam rumah warga,” terang Kapolsek.

Sebelum menghantam rumah, mobil terlebih dulu menghantam siring. Mobil truk kemudian menghantam pagar rumah Sarkani, setelah itu mobil menabrak teras, warung dan kamar milik Edi Kusendang. Terakir mobil menabrak dinding bagian samping rumah Fajar Rindang. “Kerugian yang diderita warga sekitar Rp 100 juta,” pungkas Kapolsek. (167)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*