Mobil Murah Rp 95 Juta/Unit

DSC_2827a-630x403BANDUNG, BE – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian telah mengeluarkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 33/M-IND/PER/72013 dan menetapkan harga untuk mobil murah ramah lingkungan (LCGC) sebesar Rp 95 juta/unit.
“Harga disebutkan Rp 95 juta off the road, berdasarkan lokasi kantor pusat Agen Pemegang Merek,” kata Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi di Bandung, Sabtu.
Budi menjelaskan bahwa besaran harga jual kendaraan bermotor roda empat yang hemat energi dan harga terjangkau (KBH2) atau yang juga disebut low cost and green car tersebut bisa mengalami kenaikan sebesar 15 persen dan 10 persen apabila menambahkan fitur-fitur tertentu.
“Kenaikan tersebut bisa terjadi apabila menggunakan teknologi transmisi otomatis, dan juga penggunaan teknologi pengamanan penumpang,” ujar Budi.
Menurut Budi, apabila kendaraan tersebut menggunakan teknologi transmisi otomatis, harga bisa dinaikkan maksimum sebesar 15 persen, sementara apabila mengadopsi teknologi pengamanan penumpang bisa dinaikkan maksimal 10 persen.
Selain itu, lanjut Budi, untuk ke depannya produk-produk tersebut juga ditujukan untuk pasar internasional yang mana membutuhkan fitur-fitur teknologi dan keamanan penumpang yang tinggi.
Budi mengatakan bahwa jumlah komponen lokal yang akan dipergunakan untuk mobil murah ramah lingkungan tersebut sebesar 40 persen dari total sebanyak 105 komponen yang diperlukan untuk membuat kendaraan tersebut.

Hemat Bahan Bakar
Syarat bagi mobil murah ramah lingkungan atau low cost and green car (LCGC) untuk saat ini adalah hemat bahan bakar.  “Saat ini, kita mendifinisikan ramah lingkungan dengan konsumsi bahan bakar 1 liter untuk jarak tempuh 20 kilometer,” kata Budi Darmadi.
Budi mengatakan, ke depannya syarat akan ditambah dengan menurunkan emisi gas buang menjadi di bawah 100 ppm.  “Untuk sekarang, kualitas bahan bakar di Indonesia masih belum merata antara Jawa dan daerah lain. Maka, teknologi tersebut akan diterapkan di kemudian hari,” ujar Budi.
Budi menjelaskan bahwa LCGC itu menggunakan motor kapasitas cetus api dengan kapasitas isi silinder 980 cc sampai dengan 1.200 cc.
Adapun motor bakar nyala kompresi (diesel), lanjut Budi, menggunakan kapasitas silinder sampai dengan 1.500 cc yang juga mengonsumsi bahan bakar sebanyak 1 liter untuk jarak tempuh 20 kilometer. (an)