Mobil Dibobol, Gaji PNS Rp 73 Juta Raib

Ary, Bobol Mobil (1)
Petugas dari Polres Rejang Lebong saat oleh TKP terkait dengan pembobolan mobil yang dialami Kepala SDN 06 Selupu Rejang hingga raibnya uang sebesar Rp 73 juta

CURUP, BE – Pelaku pencurian spesialis bobol mobil beraksi, di kawasan Jalan Rajawali Kota Curup, Rejang Lebong, Selasa (1/12) sekitar pukul 10.00 WIB. Korbannya adalah Basuki (45) Warga Desa Sumber Urip Kecamatan Selupu Rejang.

Mobil korban merupakan Kepala SD 06 Selupu Rejang dibobol saat tengah asik menikmati mie pangsit di kawasan tersebut. Akibat kejadian tersebut uang sebesar Rp 73 juta yang disimpan di bawah jok mobil jenis kijang Kapsul LGX nopol BD 1102 KZ milik korban raib. Uang tersebut merupakan gaji guru  PNS dari dua SD di Selupu Rejang dengan rinciannya, Rp 38 juta adalah gaji PNS guru SDN 6 Selupu Rejang dan sisanya Rp 35 juta adalah gaji PNS guru SDN 5 Selupu Rejang.

Pelaku berhasil masuk kedalam mobil korban setelah berhasil membuka pintu sebelah kiri mobil. Diduga kuat dalam menjalankan aksinya pelaku yang diduga lebih dari dua orang membuka pintu sebelah kiri mobil korban menggunakan kunci T.

Menurut keterangan korban, saat kejadian ia bersama dengan Kusman (43) warga Desa Sumber Bening yang merupakan bendahara gaji SDN 05 Selupu Rejang. Dimana keduanya memang sudah janjian untuk pergi bersama mengambil gaji para guru yang berstatus PNS di BPD Bank Bengkulu di Kota Curup.

“Setelah diambil dari BPD, uang tersebut kami simpan di dalam pelastik kemudian kami letakkan di bawah jok mobil, dimana untuk uang SDN 06 saya letakkan di bawah jok supir sedangkan uang untuk SDN 05 diletakkan Pak Kusman di bawah jok penumpang di bagian depan, atau di bawah jok yang kami duduki masing-masing,” cerita Basuki.

Setelah itu keduanya meninggalkan Bank Bengkulu yang ada di Jalan Sukowati menuju salah satu warung pangsit yang ada di Jalan Rajawali atau hanya berjarak sekitar 300 meter dari Bank Bengkulu. Setibanya di warung pangsit tersebut korban langsung memarkirkan mobilnya di pinggir jalan tepatnya di seberang warung pangsit dengan posisi pintu mobil terkunci. “Memang saat kami masuk ke dalam warung pangsit, uang kami tinggalkan di dalam mobil,” tambahnya.

Setelah selesai makan pangsit kemudian keduanya berencana melanjutkan perjalan menuju sekolah masing-masing. Yang pertama mendatangi mobil adalah Kusman, saat tiba di samping mobil Kusman terkejut melihat pintu mobil bagian depan sebelah kiri sudha tidak terkunci dengan konsisi lubang kunci rusak.

Melihat akan hal tersbeut kemudian keduanya bergegas membuka pintu dan mengecek keberadaan uang yang baru mereka ambil di Bank Bengkulu. Keduanya terkejut saat mendapati uang yang mereka simpan di bawah jok mobil sudah tidak ada lagi, saat itu juga keduanya langsung melapor ke Mapolres Rejang Lebong. “Kita memang selalu berdua setiap bulannya untuk mengambil gaji dan selalu menyempatkan diri makan pangsit, mungkin hari ini (kemarin) kami sedang naasnya,” ujar Basuki.

Sementara itu, Kapolres Rejang Lebong AKBP Dirmanto SH SIK melalui Kabag Ops Kompol Rudy S SH mengungkapkan diduga kuat dalam menjalankan aksinya pelaku menggunakan kunci T, hal tersebut bisa dilihat dari kerusakan lubang kunci pintu mobil korban.

“Dari hasil olah TKP, diketahui hanya kunci pintu sebelah kiri bagian depan yang dirusak, sedangkan sisanya masih terkunci,” jelas Rudy.
Selain itu ia juga mengungkapkan, saat ini petugasnya tengah memburu para pelaku. Namun ia juga mengayangkan kelalain pemilik mobil yang meninggalkan uang dalam jumlah banyak di dalam mobil terlebih lagi mobil tersebut tanpa dilengkapi alarm keamanan. (251)