Diduga Dipakai Curi Ternak, Warga Pino Raya Bakar Pick Up Futura

FOTO A-MOBIL DIBAKARPINO RAYA, BE – Mobil pick up Suzuki Futura BD 9780 DO menjadi pelampiasan emosi warga Kecamatan Pino Raya, Bengkulu Selatan. Pasalnya, mobil yang diduga milik pelaku pencurian ternak (curnak) yang selama meresahkan warga itu dibakar warga, setelah ditinggalkan pelaku curnak.

Pembakaran mobil itu dilakukan warga, karena beberapa bulan terakhir terjadi peningkatan curnak di Kabupaten BS, khususnya di  wilayah Kecamatan Pino Raya. Setidaknya dalam tempo sebulan, ada 5 ekor sapi dan 1 ekor kerbau milik warga yang hilang. Ditambah lagi Senin (10/7) sore, sapi milik Yulian (40), warga Desa Serang Bulan kecamatan Pino Raya ditemukan mati akibat makan pisang yang diracun.

“Emosi warga memuncak saat menemukan ada mobil sedang membawa satu ekor kerbau masuk desa kami dan pemiliknya sudah tidak ada lagi. Tanpa dikomando warga sudah langsung membakar mobil tersebut, ” ungkap Sekdes Pagar Gading, Naharwan didampingi Kapolsek Pino Raya Iptu Fakhrul Ikhwan SH.

Menurutnya, peristiwa itu berawal saat warga Desa Talang Padang, Pino Raya sedang melakukan ronda malam. Sekitar pukul 03.00 WIB melintas satu unit mobil pick up warna hitam. Karena curiga, warga kemudian mencoba menghentikan laju mobil tersebut. Namun, saat akan dihadang warga, mobil itu langsung tancap gas ke arah Desa Pagar Pagar Gading. Kecurigaan warga bertambah karena di bak belakang mobil itu ada satu ekor kerbau.

Saat itulah Sekdes Talang Padang, Sadikin menghubungi Sekdes Pagar Gading. Lalu bersama warga, Sekdes Pagar Gading langsung menghadang jalan serta meletakan kayu, batu dan sebagainya ke tengah jalan. Sepertinya melihat jalan sudah dihadang, pemilik mobil yang diperkirakan berjumlah 4 orang langsung kabur meninggalkan mobilnya di tengah jalan. Kemudian sekitar pukul 04.00 WIB mobil itu ditemukan warga dalam keadaan tidak ada lagi orang di dalamnya.

Oleh warga, mobil itu langsung diangkut ke depan rumah Sekdes bersama satu ekor kerbau yang belum diketahui pemiliknya. Setelah kerbau diturunkan mobil langsung dibakar. “Kerbaunya masih kami amankan di desa kami,” ujar Sekdes.(**)