Mobil Damkar Bengkulu Berusia 30 Tahunan

mobil DamkarBengkulu, bengkuluekspress.com – Kepala Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (PNK) Kota Bengkulu, Syaiful Afandi, meminta jumlah armada mobil pemadam kebakaran di Kota Bengkulu, ditambah dan mendapat peremajaan. Pasalnya, mobil damkar yang ada saat ini usianya sudah sangat tua. Sudah mencaai usia 30-anĀ  tahun. Pengadaan pada tahun 1980-an.

Saat diwawancarai bengkuluekspress.com Senin (19/3) di kantor PBK Kota Bengkulu di kawasan Jalan Bhayangkara, Syaiful Affandi menuturkan, saat ini armada yang dimiliki PBK ada 14 unit. Terdiri dari mobil penyemprot air 12 unit, mobil tangki 2 unit. Dari jumlah itu armada yang dinilainya sudah harus dilakukan peremajaan ada 2 mobil penyemprot air. Kedua mobil itu sudah tak layak pakai karena sudah tua produksi tahun 80-an.

damkar”Hal ini kerap membuat anggota Damkar mendapatkan masalah di setiap ingin beraksi. Mobil itu susah
menghidupkannya dan sering macet saat dalam perjalanan menuju lokasi kebakaran,” kata Syaiful Afandi.

Mobil yang kini berada di pos induk PBK di kawasan Jalan Bhayangkara itu selalu diturunkan setiap kali terjadi kebakaran di Kota Bengkulu. Terutama pada kejadian kebakaran yang lokasinya dekat dengan Pos Induk Bhayangkara. Karena di pos induk hanya ada 4 unit mobil penyemprot air. Bila ada informasi kebakaran empat unit mobil itu, termasuk 2 unit mobil tua itu selalu diturunkan. Bila ternyata api besar, barulah PBK mengontak petugas PBK di pos lain untuk menurunkan armadanya juga guna memadamkan api.

PBK Kota Bengkulu memiliki 9 unit pos. Disebar dalam 8 kecamatan di Kota Bengkulu. Setiap satu kecamatan memiliki 1 pos. Penentuan lokasinya pos 1 dinamakan juga pos induk, yakni kantor pusat PBK lokasinya di Jalan Bhayangkara, pos 2 di Pasar Panorama dengan armada 1 unit, Pos 3 di Pasar Minggu juga 1 unit armada, pos 4 di Kampung Kelawi dengan 1 unit armada, pos 5 di Muara Bangkahulu di dekat Kantor Camat, Pos 6 di Kampung Melayu dekat Polsek Bumi Ayu, Pos 7 di Selebar, pos 8 di Sungai Serut, dan pos 9 di Pos Rescue. Pos 7 dan 8 aramadanya khusus mobil tanki.

“Saya rasa jumlah itu masih kurang, di pos 7 dan pos 8 itu yang ada hanya mobil tanki nya saja, yang untuk menyuplai air. Tapi dengan keterbatasan itu kita modifikasi menjadi mobil pemadam yang siap memadamkan api,” terangnya.

Dari segi tenaga Sumber Daya Manusia atau petugas PBK ada sebanyak 204 anggota. Terdiri dari 44 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan selebihnya pegawai tidak tetap (PTT). Petugas PBK tersebut dibagi dalam 3 regu. Mereka bertugas selama 24 jam. Bertugas berdasarkan sif pagi, sore dan hingga malam.

Tak hanya itu, Syaiful juga mengusulkan fasilitas lain seperti mesin pemotong besi, helm DAMKAR, sepatu dan spriting aparatus (pelindung asap). Alat-alat tersebut dinilai penting untuk proses penyelamatan dan keamanan para anggota pemadam. (IMN)