Miras dan Perempuan Dibawah Umur Diamankan

Rizky/Bengkulu Ekspress
Tim Biawak Sat Sabhara Polres Bengkulu, melakukan razia penyakit masyarakat di Kota Bengkulu, pada Rabu siang (5/12) dan minuman keras yang berhasil diamankan.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Tim Biawak Sat Sabhara Polres Bengkulu, melakukan razia penyakit masyarakat di Kota Bengkulu, pada Rabu siang (5/12). Dengan menyasar tempat penjualan miras dan tempat hiburan di Kota Bengkulu. Hasil razia tersebut, ratusan botol minuman keras (Miras) bermerek berhasil disita dari belasan pedagang. Bahkan Sat Sabhara, juga mengamankan seorang perempuan dibawah umur.

“Dalam bulan ini kita memang ada operasi pekat dan mengamankan miras dari sejumlah lokasi. Ada juga kita amankan diduga anak dibawah umur, tetapi bekerja di hiburan malam,” jelas Kepala Satuan (Kasat) Sabhara Polres Bengkulu Ajun Komisaris Polisi (AKP) Joe Napitupulu.

Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran operasi pekat, yakni warung di sekitar kawasan Pulau Baai yang diduga kuat sebagai gudang Miras. Hanya saja, saat disambangi ke warung tersebut, Tim Biawak hanya menemukan beberapa kardus miras bermerek yang isinya sudah tidak penuh lagi. Ada dugaan razia tersebut sudah bocor.



Tidak puas hanya mendapatkan beberapa kardus berisi botol miras. Razia dilanjutkan sampai masuk ke kawasan eks lokalisasi Pulau Baai atau kerap disebut RT 8. Meski terlihat sepi jika siang hari, Tim Biawak mampu mengamankan puluhan botol miras bermerek yang disembunyikan pemilik warung di dalam rumah mereka. Bahkan saat polisi hendak menyita miras, ada warga yang menolak. Alasannya miras itu sumber nafkah mereka.

“Tolonglah Pak, jangan disita. Saya cuma jualan ini saja,” ujar salah seorang perempuan yang warungnya dirazia.

Saat memasuki salah satu warung, Tim Biawak mencurigai satu orang perempuan yang duduk santai di depan rumah sembari menghisap rokok. Tim Biawak curiga karena wajah dan perawakan tubuh perempuan tersebut terlihat masih dibawah umur, diperkirakan umurnya masih sekitar 14 sampai 16 tahun. Saat ditanya dentitas, perempuan tersebut tidak bisa menunjukkannya. Dia hanya mengatakan berasal dari Lampung. “Terpaksa kita amankan dulu di Polres, ada dugaan dia ini masih dibawah umur,” jelas Kasat Sabhara.

Saat dikonfirmasi kepada perempuan yang diamankan tersebut, dia mengaku sudah sekitar 2 bulan berada di eks lokalisasi Pulau Baai. Mengaku datang sendirian dari Provinsi Lampung. Karena tergiur cerita dan ajakan teman. Ketika ditanya bekerja sebagai apa di warung di eks lokalisasi tersebut, dia tidak mau memberikan jawaban.  “Bukan cuma aku aja yang bekerja disini, yang lain masih banyak (dibawah umur),” jelasnya sembari menundukkan muka. (167)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*