Minum Kopi, Pasutri Keracunan

Kasat reskrim saat memprlihatkan gula dan kopi, yang membuat pasangan suami istri keracunan setelah mengkonsumsinya, kemarin (12/3).
Kasat reskrim saat memprlihatkan gula dan kopi, yang membuat pasangan suami istri keracunan setelah mengkonsumsinya, kemarin (12/3).

SELUMA UTARA, Bengkulu Ekspress – Pasangan suami istri diduga diduga usai meminum kopi, sekitar pukul 07.30 WIB kemarin (12/3). Pasutri Jaliludin (64) dan Minaryati (59), warga Desa Selinsingan Kecamatan Seluma Utara itu sampai tidak sadarkan diri sehingga harus dilarikan ke RSUD Tais untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Kopi dan gula yang digunakan untuk membuat kopi yang di buat pasangat suami istri ini sudah diamankan guna penyidikan,” tegas Kapolres Seluma AKBP Jeki Rahmat Mustika SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Margopo kepada Bengkulu Ekspress.

Diceritakan Kasat, peristiwa itu bermula saat kedua pasutri ini sedang sarapan pagi. Kemudian keduanya langsung minum kopi. Namun selang beberapa menit setelah minum kopi itu, mereka kemudian muntah-muntah dan sang suami pingsan.

Keduanya kemudian dibantu oleh warga Desa Selinsingan dan dilarikan ke RSUD Tais untuk mendapatkan pertolongan. Setelah Minaryati memberitahukan kepada tetangganya mengenai kejadian yang mereka alami kepada tetangga. Setelah sampai di RSUD Tais, keduanya kemudian mendapatkan pertolongan tenaga medis.

Dugaan sementara memang keduanya karena keracunan minuman kopi.

“Setelah menerima laporan, anggota langsung turun melakukan pemeriksaan,” tegas Kasat Reskrim.

Sementara itu, pemeriksaan dan penyelidikannya sendiri menunggu setelah pasutri ini sehat dan pulih kembali. Termasuk melihat perkembangan lebih lanjut atas kondisi kedua pasutri ini.

Kuat dugaan keduanya mengalami keracunan akibat alat guna yang di pergunakan untuk menyedu kopi tersebut.

Satu korban sempat pingsan, Beruntung warga sempat mengetahui sehingga korban sempat di berikan pertolongan dan di bawa ke RSUD Tais.

“Saat ini kondisi pasutri ini masih lemas dan masih dalam perawatan intensif,”pungkasnya.(333)