Minta Ritual Adat

Abdul RazikPENEMUAN jasad bayi yang berada di seluran air di jalan Ahmad Marzuki Kelurahan Timbul Rejo Rabu (12/12) menumbulkan murka dari para sesepuh adat yang berada di wilayah tersebut.    Lurah Tumbul Rejo Abdul Razik kepada Bengkulu Ekspress menegaskan, sejumlah tokoh adat dan Badan Musyawarah Adat (BMA) mendatangi dirinya, untuk meminta pertanggungjawaban pelaku pembuangan jasad bayi

di wilayah Timbul Rejo, karena secara adat sudah mencemari adat yang mengatur bagaimana adat begitu menghormati kelahiran seorang bayi.
“Untuk menuntut ritual adat itu jelas kepada pelaku, kita menunggu dan siap membantu mengungkap kejahatan yang luar biasa dikutuk warga itu,” tegas Lurah.

Meski warga begitu mengecam aksi pembuangan jasad bayi tersebut, hingga saat ini, sambung Lurah, kondisi wilayah Timbul Rejo dalam kondisi kondusif dan tidak ada gejolak. “Alhamdilillah hingga saat ini kondisi kelurahan kami kondusif, karena kami menghimbau warga untuk tidak terprovokasi dan menuduh pelaku pembuangan bayi. Karena belum tentu pelakunya berasal dari kelurahan Timbul Rejo,” tegas Lurah.

Ketika nanti pelaku ditemukan, Lurah menegaskan permintaan warga untuk tidak hanya memberikan sanksi hukuman negara, namun ritual adat pembersihan desa juga harus dilakukan. “Para sesepuh sangat menghormati adat yang ada di tanah Rejang ini, karena kejadian janggal seperti ini dipercaya akan mendatangkan musibah bagi warga,” tutur Lurah. (999)