Minta Kepastian Sistem Zonasi, Wali Murid Geruduk Kantor Walikota

Sehwani, salah satu orang tua siswa dari Kelurahan Bumi Ayu.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Kesal ditolak oleh sekolah dengan alasan jarak tempuh, calon wali murid akhirnya mendatangi Kantor Walikota, Kamis siang (06/07/17). Wali murid yang datang langsung mengadukan kelu kesah mereka pada Kadis Dikbud Kota Bengkulu, Rosmayetti dan Asisten 3 Pemerintah Kota Bengkulu, M. Husni terkait sistem zonasi penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2017-2018

Tak banyak basa basi, calon wali murid yang hadir langsung menyampaikan permasalahan yang terjadi pada mereka. Para orang tua siswa yang berasal dari Kelurahan Kandang Limun,  Bumi Ayu, Sumur Dewa, dan Pagar Dewa  mengadu karena anaknya ditolak di sejumlah sekolah negeri.

Sehwani, salah satu wali murid yang berasal dari Bumi Ayu mengatakan, ia dan wali murid yang lain tidak ingin mendemo atau memancing keributan. Pihaknya hanya ingin menuntut kejelasan agar anaknya dapat bersekolah di sekolah negeri yang ada dilingkungan tempat tinggalnya.

“Kalau menurut zona kan masuknya di SMP 5 Pagar Dewa, SMP 20 Sukarami, SMP 24 dan SMP 16. Yang terdekat dengan kami kan itu. Tetapi yang saya tau, satu orang pun belum ada yang diterima di SMP karena zona kami kalah dekat dengan sekolah-sekolah itu. Ini udh empat hari pendaftaran. Dari Sumur Dewa juga sama, belum ada yang diterima. Ini tadi kan berkas kami sudah diterima disini, kami berharap ada solusi terbaik, jangan diterima aja berkasnya,” ujarnya.

Ia juga menuturkan bahwa pihak sekolah negeri dimana mereka mendaftarkan anaknya telah menyarankan untuk mendaftar ke sekolah swasta.

“Mereka menyarankan untuk daftar ke Swasta. Daftar ke swasta saja pak, disini kuota sudah penuh. Saya bilang jangan seperti itu, ini nanti memancing emosi wali murid kalau begini,” tuturnya menceritakan penolakan oleh pihak sekolah.

Disisi lain, Kepala Dinas Dikbud Kota Bengkulu, Rosmayetti mengatakan pihaknya berusaha mengakomodir sebaik-baiknya.

“Ya kita sudah mendapat laporan terkait hal ini. Kita akan akomodir sebaik mungkin, kita laporkan ke atasan kita dan mengupayakan solusi yang terbaik bagaimana anak-anak ini dapat bersekolah di zona tempat tinggalnya,” Pungkas Rosmayetti. (Ibe)