Minta Dijauhi dari Bencana

Pemkab Benteng Gelar Tabligh Akbar dan Istighosah

BENTENG, Bengkulu Ekspress– Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) menggelar tabligh akbar dan istighosah di halaman depan kantor Bupati Benteng, Selasa (26/6). Bupati Benteng, Dr H Ferry Ramli SH MH dalam sambutannya menuturkan bahwa kegiatan sengaja dihelat sebagai bentuk syukur dalam memperingati hari ulang tahun (HUT) Kabupaten Benteng ke-11 serta bertepatan dengan peringatan hari raya Idul Fitri 1440 H/2019 Masehi.

“Dengan melakukan doa bersama dan bermunajat kepada Allah, saya berharap agar Kabupaten Benteng terhindar berbagai bencana,” harap Bupati.

Beberapa waktu yang lalu, kata Bupati, duka mendalam dialami oleh Provinsi Bengkulu akibat bencana alam berupa banjir dan tanah longsor. Dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Bengkulu, bencana terbesar terjadi di Kabupaten Bengkulu Tengah.



“Masih kuat dalam ingatan bahwa terjadi bencana alam yang sangat luar biasa di Provinsi Bengkulu dan Kabupaten Benteng menjadi yang terberat. Di Kabupaten Benteng, tercatat sebanyak 20 orang meninggal dunia akibat tertimbun longsor dan terseret arus,” ungkap Bupati bersedih.

Dengan memohon kepada Sang Pencipta, Bupati memohon bantuan kepada seluruh alim ulama dan masyarakat di Kabupaten Benteng untuk selalu berdoa demi keselamatan masyarakat di Kabupaten Benteng.Di sisi lain, Bupati juga menekankan kepada seluruh pejabat dan pegawai negeri sipil (PNS) untuk bekerja ikhlas dan optimal dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing.”Seluruh ASN juga harus bekerja secara ikhlas dan bersatu. Jangan terkotak-kotak. Berikan pelayanan maksimal untuk kemajuan Kabupaten Benteng,” pungkas Bupati.

Pantauan Bengkulu Ekspress, acara istighosah dan tabligh akbar berlangsung lancar dan khidmad. Hadir diantaranya, Kapolres Bengkulu Utara (BU), Kajari Bengkulu Utara, Kepala PN Bengkulu Utara, unsur pimpinan dan anggota DPRD Benteng, Ketua BMA Kabupaten Benteng, Ketua MUI Benteng, Kepala OPD dan ASN di lingkungan Pemda Benteng serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Pemda Benteng menghadirkan ustadz kondang, yakni KH Solihin Hasibuan asal Palembang yang memandu tabligh akbar dan KH Ustadz Suhaimi SAg memandu Istiqhosah. Ketika memberikan tausiah, KH Solihin menegaskan bahwa kunci utama agar terhindar dari bencana adalah dengan menjauhi maksiat serta hal-hal yang dilarang Islam.

“Jauhi maksiat. Maksiat bukan hanya zina. Maling, korupsi dan hal-hal buruk lainnya juga merupakan bentuk maksiat. Yang perlu diketahui, ketika datang azab dari Allah, maka semua masyarakat akan terkena dampaknya. Bukan hanya yang melakukan kesalahan saja,” pesan Solihin.(135)