Minim Fasilitas Internet, Pemdes Pulau Enggano Andalkan Wifi untuk Buat Laporan

Jumlah-Pengguna-Internet-Indonesia
Foto : IST

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Pemerintah desa (Pemdes) di Kecamatan Enggano, Kabupeten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu, mengeluhkan minimnya jaringan telepon dan internet yang ada di daerah itu. Dampaknya pemdes mengandalkan wifi (Wireless Fidelity) dalam membuat laporan seputar kegiatan dan penggunaan dana desa.

Kepala Desa Malakoni dan Kepala Desa Apoho saat dihubungi bengkuluekspress.com melalui telepon seluler, Rabu (7/11/18) menuturkan, “Hanya ada tower telkomsel di sini, itupun jaringannya GSM/2G. Untuk internetan sangat parah, sulit diakses.”

Tedy mengatakan, pemerintah desa di Pulau Enggano sangat kesulitan dalam mengakses internet. Untuk membuat laporan desa, mereka mengaku mengandalkan wifi yang terpasang di kantor desa. Wifi tersebut, dengan paket kuota internet 20 Gb dengan biaya Rp 1,5 juta per bulannya.”Untuk internet sangat parah, terkadang sering mati total. Jauh dari kata maksimal,” tukasnya.

Senada dengan Tedy, Kepala Desa Apoho Reddy Heloman,S.Sos yang juga sekaligus Ketua FKKD (Forum Komunikasi Kepala Desa) Kecamatan Enggano mengatakan, hanya jaringan 2G yang ada di Enggano. Itupun hanya bisa dinikmati beberapa desa saja yakni, Desa Malakoni, Apoho dan Meok.

“Kartu Telkomsel saja yang bisa digunakan di Enggano, selebihnya tidak ada jaringan. Sering gangguan/hilang sinyal. Apalagi musim penghujan seperti sekarang,”pungkasnya.

Selain itu, Reddy Heloman juga mengeluhkan transportasi laut yang ada. Ia mengungkapkan, untuk transportasi laut dalam hal ini kapal perintis, sedang tidak berlayar ke Enggano. Karena mau ‘Docking’ (suatu peristiwa dimana kapal dipindahkan dari laut ke daratan atau atas untuk masa pemeliharaan). Sedangkan, kapal pengganti perintis tidak ada. Kapal feri juga tidak berlayar ke Pulau Enggano, karena sedang mengalami kerusakan.

Ia menambahkan, warga Enggano mulai mengeluhkan hal itu. Apalagi sekarang menjelang arus mudik Natal dan tahun baru, sementara transportasi kapal laut sedang bermasalah.

“Dengan tidak berlayarnya kapal, arus barang dan jasa dari Enggano ataupun menuju Enggano jadi terhambat,” tutupnya. (HBN)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*