Minat Permainan Tradisional Memudar, Kadispora Bengkulu: Perlu Adanya Fasilitas Tempat Bermain

SATRIAWIBOWO/BE – Saat ini, sangat sulit menemui kembali anak-anak yang bermain permainan tradisional. Seperti permainan petak umpet ini.

BENGKULU, bengkuluekspress.com – Perkembangan teknologi memberikan banyak sekali manfaat untuk keberlangsungan hidup manusia. Namun dibalik itu, ternyata perkembangan teknologi mampu menggeser kelestarian budaya di berbagai daerah termasuk Kota Bengkulu. Dewasa ini, smartphone canggih yang berada dalam genggaman tangan sebagian besar anak-anak menyebabkan memudarnya minat bermain permainan tradisional.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu, Atisar Sulaiman, S.Ag,MM memberikan suaranya terkait hal ini. Ia membenarkan perihal kondisi tersebut namun baginya hal ini dapat diluruskan dengan bagaimana kita menanggapinya.

“Untuk saat ini, kondisi seperti itu memang agak kurang diminati, tapi prinsipnya tidak, tergantung bagaimana kita mengkemas itu menjadi permainan yang enak ditonton,” ucap Atisar kepada BE, Rabu (9/9).

Atisar menambahkan, sebelum ini Dispora telah mengadakan rapat dengan segenap pengurus olahraga permainan tradisonal berkenaan dengan langkah-langkah yang harus diambil. Menurutnya langkah pertama yang harus disiapkan adalah menyediakan sarana dan prasarana berkaitan dengan olahraga permainan tradisional tersebut.

Baginya perlu adanya kerjasama dari berbagai organisasi olahraga tradisional dengan Dispora dan Dinas Pariwisata untuk membangun hal ini.

“Coba kita siapkan sarana, ada tempat yang menyediakan berbagai fasilitas untuk anak anak bermain permainan tradisional. Kalau itu disediakan, saya rasa masih banyak anak anak yang berminat,” tambah Atisar.

Terbawanya anak-anak milenial kedalam arus perkembangan teknologi memang membuat sejumlah pelestari budaya khawatir. Pasalnya sudah jarang ditemukan kembali anak-anak yang berkumpul dan bermain permainan tradisional seperti gobak sodor, petak umpet, bentengan, congklak dan lain sebagainya. Mereka lebih memilih berkumpul memainkan permainan di smartphone masing-masing atau bahkan memilih bermain sendiri didalam rumah saja tanpa berinteraksi langsung dengan kawan bermainnya.

“Sangat penting untuk diperhatikan, karena didalamnya terdapat unsur olahraga, kesehatan, budaya, dan pembentukan karakter bersosialisasi bagi anak-anak kita,” ujar Atisar.(Mg5).

 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*