Mimpi Menjadi Lebih Baik

DSC02203 DSC03838

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama         :Yursanengsi MPd
TTL            : Bengkulu, 24 Juni 1972
Profesi      : Kepala  SDN 75 Kota Bengkulu

 

Putra
1. Erwin Pratama
2. Hengki Fernando
3. Dedy Mareta

Pendidikan
SDN Talo
SMPN Talo
SPG Muhammadiyah Bengkulu
S1 UT SPG
S2 IMMI Jakarta

YURSANENGSI M.Pd  lahir di Bengkulu, 24 Juni 1972 tahun silam,  dari pasangan Kamiluddin dan Ramnah. Wanita ini menikah dengan seorang  guru di salah satu SMA  di Kota Bengkulu. Dari pernikahannya mempunyai 3 orang anak. Saat ini, ia mendapatkan kepercayaan menjadi Kepala Sekolah di SDN 75 Kota Bengkulu. Sebagai seorang guru, sudah sering menerima pelatihan di Jakarta untuk pengembangan studi kurikulum disekolahnya.
Sejak kecil, ia sudah sudah sering bercita-cita  menjadi  guru,  termotivasi dari ayahnya yang juga seorang  guru di Sekolah Dasar. Lulus  Sekolah Menenga Pertama, Yursanengsi langsung mengambil jurusan  SPG (Sekolah Pendidikan Guru)  yakni setara dengan Diploma di Muhammadiyah Bengkulu. Sebelum menjadi tenaga pendidik,  Yursanengsi  bertemu jodohnya Firmansyah, kemudian menikah pada tahun 1992. Pernikahannya membawa berkah, sebab selang dua tahun  ia diangkat menjadi  guru  di desa terpencil
yaitu  Desa  Sukamerindu, Talo  Bengkulu Selatan (Saat ini  Kabupaten Seluma). Mengabdi di desa terpencil, hanya dibekali oleh pemerintah seperti  jaket, senter, kelambu dan  kebutuhan hidupnya. Saat itu, usianya masih berusia sekitar 22 tahun.

Ditempatnya mengajar,   muridnya cukup banyak  yakni 200 orang. Ia sempat mengajar selama empat tahun lamanya di Talo,  kemudian mengajukan  surat pindah  karena mengikuti tugas suami yang  bertugas di Kota Bengkulu pada tahun 1999.
Akhirnya, ia mengajar sebagai guru di SDN 65 Tanjung Jaya Kota, Bengkulu,  meski usianya tergolong masih muda,  Yus mencoba ikut  tahapan seleksi calon kepala sekolah,  “Sekali tes saya dinyatakan lulus cakep, dan pada tahun 2001 saya dipromosikan menjadi Kepsek di SDN 99 kota Bengkulu, ” ujarnya.
SDN 99 saat itu  terlihat  masih jauh dari kemajuan, namun dibawah kepemimpinannya, sekolahnya menyadang predikat Sekolah Standar Nasional (SSN), sehingga menerima   bantuan   fasilitas seperti  laboratorium komputer, laptop. Sekolahnya  kerap mengikuti kegiatan baik diskala provinsi maupun nasional. Tak sedikit sekolahnya kerap mewakili ditingkat Nasional  menjadi sekolah berkarakter,  dan  dirinya bersama dewan guru lainya  dipilih untuk ikut sejumlah pelatihan tingkat nasional.  Ditempat tugasnya yang baru, yakni di SDN 75, ia akan  berbuat lebih baik, dan memajukan mutu sekolah dan mampu mengayomi dan bermitra baik kepada  wali murid maupun dewan guru sehingga tercipta suasana sekolah yang penuh kekeluargaan.
Lalu apa yang membuat dirinya bersimpati jadi guru, dibeberkan ibu tiga putra itu,  keinginanya menjadi guru, selain panggilan jiwa juga  karena rasa cinta yang begitu besar agar anak anak kampung menjadi pintar,  dan  keberhasilan seorang guru dimana mampu menyampaikan pelajaran  kepada siswanya.  Guru juga dituntut bijaksana,  dan harus pintar memahami murid dengan  berbagai karakter, pintar, pendiam, usil  lambat mengerti yang menjadi tantangan, dan guru yang bijak harus memahami   murid, dan mampu menjadi mitra bagi guru lainya.  Hasil  didikannya   menjadikan murid-muridnya yang saat itu masih SD, sekarang banyak yang berhasil meraih pendidikan sarjana, hingga pengusaha.
Keberhasilan kariernya tak sejalan dengan kehidupan rumah tangganya,  ia terpaksa harus berpisah dengan suaminya Firmansyah karena  beberapa masalah.  Single parent  ini  saat ini menghidupi ketiga anaknya, pun begitu tak membuat   perempuan berkulit  sawo matang itu pantang  putus asa,  menurutnya hidup itu pilihan, mesti single parent  hidup ini harus dijalani  dengan penuh semangat. Iapun menepis hidup  single parent tidaklah berat justru jika kita mampu  mengatur waktu, maka  hidup ini akan semakin ringan dan tanpa beban.  Ia berkayakinan kuat ” Apa yang kita rencanakan, jika dijalankan maka pasti bisa diujudkan, ” paparnya.

Ia mengajak seluruh perempuan Bengkulu untuk tidak berhenti memiliki mimpi menjadi yang lebih baik, dengan  memperbanyak informasi  dan mampu   memberikan kenyamanan dalam keluarga terutama anak sebagai generasi  hidup dalam keluarga dan bangsa, tukasnya. (endang)