Milenial Bengkulu Harus Melek Politik

IST/BE
Anggota DPD RI, Hj Riri Damayanti John Latief menggelar dialog wawasan kebangsaan yang menelisik tentang peran pemuda dalam menyukseskan Pilkada di Bengkulu.

BENGKULU, BE – Anggota DPD RI, Hj Riri Damayanti John Latief mengutarakan Pilkada 9 Desember mendatng harus berjalan sukses dan melahirkan pemimpin yang amanah untuk rakyat.
Untuk itu, peran pemuda atau milenial sangat dibutuhkan agar tidak salah menentukan pilihan.
“Kuncinya ada tiga, kenali, pilih, dan kawal. Kenali calon dengan melihat visi misinya, profilnya, track recordnya dan prestasinya. Perhatikan empat hal ini secara sungguh-sungguh untuk mengenali calon yang mau didukung,” terang Riri dalam dialog mengenai wawasan kebangsaan yang menelisik tentang peran pemuda dalam mensukseskan Pilkada di Bengkulu, beberapa hari lalu.
Diterangkannya, jika para pemuda telah mengenali dengan benar kandidat yang akan dipilih, maka ketika pilihannya keluar sebagai pemenang, maka tugasnya belum bisa dikatakan selesai.
“Masih ada tugas lagi untuk mengawal pembangunan bersama pemimpin yang dipilihnya tadi. Jadi jangan lepas tangan. Tegur kalau sang pemimpin salah dan dukung program-programnya kalau yang dilakukannya benar dan bermanfaat untuk orang banyak,” tambahnya.
Kakak Pembina Duta Generasi Berencana (GenRe) BKKBN Provinsi Bengkulu ini mengingatkan, meski berbeda pilihan, tidak harus membuat sesama pemuda saling bermusuhan.
“Ini penting saya ingatkan, perbedaan pilihan jangan sampai membuat tali persaudaraan putus. Tujuan Pilkada bukan untuk memecah belah sesama anak bangsa, tapi bagaimana sebagai warga negara kita bisa ikut menentukan nasib daerah dan bangsa ke depan agar dapat menjadi lebih baik,” tegas Riri.
Para pemuda juga tidak harus alergi dengan janji-janji politik. Sebab, janji politik itu diperlukan untuk melihat kemana arah pembangunan yang akan diambil oleh sang kandidat. Namun demikian, ketika janji politik itu tidak direalisasikan, maka peran pemuda untuk mengawalnya agar janji itu direalisasikan.
“Kalau janji politiknya tidak salah, hanya bagaimana realisasinya. Makanya lihat jejak rekamnya. Janji-janji yang tidak dilunasi akan dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat,” ujarnya.
Riri melihat sedikitnya ada 5 peran pemuda dalam Pilkada, yakni sebagai sosok yang mempertahankan kemurnian demokrasi, pencetus gagasan pembaharuan, agen perubahan, penyeimbang kekuasaan, dan membantu dalam menyebarluaskan informasi.
“Pemuda bisa menjadi peserta, penyelenggara, pengawas, saksi, relawan,
tim sosialisasi, dan sebagainya. Pemuda punya peran besar untuk mewujudkan Pilkada sehat dengan mengawal tahapannya, menangkal money politic, dan kritis terhadap black campaign,” tandas Riri. (151)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*