Mie Mengandung Daging Babi ‘Menghilang’

Bengkulu
MEDI/Bengkulu Ekspress Kepala BPOM Bengkulu, Martin Suhendri saat meninjau beberapa pusat perbelanjaan modern di Kota Bengkulu, kemarin (19/6).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bengkulu tidak menemukan mie instan yang dicampur daging babi di Kota Bengkulu.

Hal itu diktahui setelah BPOM turun melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Hypermart Bencoolen Mall, dan seluruh gerai Indomaret di Kota Bengkulu, kemarin (19/6).

“Dari 4 jenis mie instan asal Korea yang masuk dalam target BPOM, untuk sementara ini belum kita temukan peredarannya di Kota Bengkulu,” kata Kepala BPOM Bengkulu, Martin Suhendri usai memimpin sidak.

Adapun 4 jenis produk yang positif mengandung babi tersebut seperti Mie instan Samyang U Dong, Mie Instan Nongshim Shin Ramyun Black, Mie Instan Samyang Rasa Kimchi, dan Mie Instan Ottogi Yeul Ramen. Semuanya berasal dari Korea melalui perusahaan importir barang dari PT Koin Bumi.

Namun, dari hasil peninjauan, BPOM hanya menemukan mie asal Korea merek lainnya, yang tidak termasuk dalam daftar mie yang harus ditarik. Sebagai bentuk antisipasi, pihaknya tetap mengambil satu produk tersebut sebagai sample untuk dilakukan pengujian di laboratorium.

“Walaupun tidak masuk dalam daftar mie yang dilarang beredar, tetapi kita mengambil sample produk mie asal Korea yang bentuk kemasannya hampir mirip. Kita bawa ke lab untuk dilakukan pengujian,” terang Martin.

Selain di Kota Bengkulu, sebelumnya BPOM juga menggelar sidak di Kabupaten Kaur, Seluma, Bengkulu Selatan, Rejang Lebong dan Kepahiang. Hasilnya pun sama, tidak ditemukan mie yang termasuk dalam 4 produk yang positif mengandung daging babi tersebut.

“Kita akan terus mengawasi dan memantau peredaran mie tersebut, dan kami meminta kepada masyarakat untuk melaporkan jika secara sengaja atau tidak sengaja menemukan empat merek mie tersebut, maka kami akan langsung bertindak untuk melakukan penarikan jika positif mengandung babi,” pungkasnya. (805)