Mesum, Biduan Digerebek Warga

ARGA MAKMUR, BE – Warga Karang Indah Kelurahan Purwodadi Kota Arga Makmur mendadak heboh dengan dilakukannya penggrebekan di salah satu bedengan di daerah tersebut sekitar pukul 17.30 WIB kemarin. Warga setempat menggerebek Sa (23) penyanyi organ tunggal dan Ek (23) warga Desa Marga Sakti Kecamatan Padang Jaya yang kedapatan sedang berduaan di dalam kamar, padahal bukan pasangan muhrim. Penggerebekan dilakukan karena saat itu kondisi bedengan yang ditempati Sa dalam kondisi tertutup rapat dan terkunci. Saat digerebek, keduanya berada di dalam kamar dan pelaku Ek dalam kondisi tidak memakai baju. “Warga curiga dengan aktifitas yang dilakukan di bedengan tersebut hingga akhirnya digerebek, ” kata Ismail warga setempat. Penggerebekan yang dilakukan warga berawal dari kecurigaan warga setempat saat kedatangan pelaku Ek yang bertamu di bedengan milik Sa sekitar pukul 15.00 WIB. Selang beberapa saat kemudian, pintu bedengan ditutup rapat oleh pelaku. Selanjutnya Ismail dan beberapa warga lainnya mengintip ke dalam bedengan, namun dalam keadaan sepi. Merasa curiga dengan aktifitas yang terjadi di dalam rumah, akhirnya warga menghubungi ketua RT setempat untuk melakukan penggerebekan. Setelah ketua RT datang dan beberapa warga lainnya berkumpul di sekitar lokasi bedengan, warga kemudian mengetok rumah tersebut, namun tidak ada jawaban. Merasa kesal dengan hal tersebut, warga melakukan pengepungan dan akhirnya langsung mencoba mendobrak rumah tersebut. Belum sempat mendobrak, pelaku Sa akhirnya keluar dan menemui warga. Mengetahui Sa membuka pintu, warga langsung merangsek ke dalam kamar dan mendapati pelaku Ek sedang berada di dalam kamar dalam kondisi tidak mengenakan baju. Warga lainnya yang berada di sekitar lokasi bedengan tersebut langsung berbondong-bondong untuk menyaksikan penggrebekan. Aksi penggrebekan yang dilakukan oleh warga tersebut sempat memacetkan arus lalu lintas, pasalnya lokasi rumah bedengan tersebut cukup berdekatan dengan jalan raya. Polisi yang tiba dilokasi kejadian langsung mengamankan lokasi dan mencegah terjadinya aksi anarkis warga. Warga akhirnya meminta keduanya membuat perjanjian untuk tidak mengulangi perbutannya. Saat warga meminta keduanya untuk dinikahkan, ternyata pelaku Ek diketahui masih memiliki istri. “Masyarakat akan melakukan musyawarah untuk memutuskan sanksi apa yang akan dikenakan kepada kedua pelaku, ” tukas Ismail. (212)