Mess Pemda Terbengkalai Pemprov Rugi Rp 8 M

FOTO MESS PEMDA
Aset bangunan Mess Pemda yang berada di kawasan wisata
Tapak Paderi

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu telah menghitung nilai aset bangunan Mess Pemda yang berada di kawasan wisata Tapak Paderi. Hasilnya, pemprov mengalami rugi Rp 8 miliar. Sebab pada tahun 2014 lalu, pembangunan Mess Pemda itu telah menelan Rp 60 miliar. Setelah dihitung saat ini, nilai aset itu hanya sebesar Rp 52 miliar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Nopian Andusti SE MT mengatakan, kondisi Mess Pemda memang sudah memperhatinkan. Untuk itu, pemprov akan mempercepat lelang kepada pihak ketiga. “Agustus sudah dilelang. Jadi kita ingin percepat,” terang Nopian kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (29/7).

Dijelaskannya, nilai aset yang sudah terus berubah, jika tidak cepat dimanfaatkan, maka pemprov akan terus merugi. Meski demikian, nilai aset terus belum bisa dipastikan untuk menjadi harga limit lelang. Mengingat pemprov juga sudah berkerjasama dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk menilai lahan yang luasnya sekitar 8 hektar itu. Ketika nilai itu telah keluar, maka akan diajukan peraturan gubernur (Pergub) untuk segera melakukan lelang. “Kita targetkan tahun ini sudah ada pengelolahnya. Jadi tahun depan sudah mulai dibangun lagi, untuk segar dimanfaatkan,” tagasnya.

Dalam lelang nanti, Nopian menegaskan, semua peserta boleh dari mana saja, termasuk dari luar negari. Sebab, lelang Mess Pemda akan dilakukan secara terbuka. Harapannya, pemenang nanti benar-benar yang sudah berpengalaman dan mampu membuat mess pemda menghasilkan pendapatan untuk daerah. “Semua boleh itu. Tentu nanti bisa saling menguntungkan, atara pemprov dan pihak ketiga,” tambah Nopian.



Tidak hanya Mess Pemda yang akan dikerjasamakan, aset lain seperti gedung Balai Buntar dan Taman Budaya juga akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Menurut Sekda, kerjasama ini akan membuat aset-aset pemprov itu terjaga dan optimal pemanfaatannya. “Gedung-gedung lain nanti juga akan kita kerjasamakan dengan pihak ketiga. Jadi lebih baik pengelolahaanya,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan dan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi Bengkulu, H Heru Susanto SE MM mengatakan, Mess Pemda memang sudah banyak yang melirik untuk menjadi peserta lelang. Seperti, investor asal Negara China, Investor nasional itu seperti Lippo Group, Sahid Group, Transmart, Ciputra Group dan investor lainnya. Dari Bengkulu, seperti Raffles Hotel, Sekotong Group juga akan ikut kembali menawar untuk mengelolah Mess Pemda. “Sudah banyak yang mau ikut. Mudah-mudahaan ini bisa jadi harapan baik,” ungkap Heru.

Dalam lelang nanti, akan dibuka lelang secara terbuka. Semua peserta lelang akan dihadirkan dalam penawaran secara bersama. Siapa yang lebih cepat dan menwarkan paling mahal untuk mengelolah Mess Pemda, maka akan jadi pemenangnya.  Menurut Heru, sebelum masuk ke lelang, para calon peserta harus menyerahkan rencana pengelolahaan atau master plannya. Baik itu penyertaan modal awal juga akan dilihat, termasuk kejelasanan para investor itu akan diteliti. Sehingga bisa pastikan, bahwa investor yang ikut lelang benar-benar mampu untuk mengelolahan nantinya.

“Dalam penawaran akan kita lihat. Mau dibuat seperti apa Mess Pemda ini. Jadi kita bisa lihat seperti apa Mess Pemda kedepan,” tegas Heru.

Dalam perjanjian kontrak lelang nanti, pemprov akan membuat kesepakatan kepada pemenang lelang. Jika dalam waktu satu tahun belum juga dikelolah, maka pemprov bisa memutuskan kontrak lelang tersebut. “Dalam satu tahun harus ada progresnya. Kalau tidak bisa kita putuskan kontrak. Artinya tidak serius mau mengelolah,” tandasnya. (151)