Mess Pemda Kembali Dilelang

mess_pemda_bengkulu

BENGKULU, BE – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu akan kembali membuka lelang pengelolaan Mess Pemda Provinsi Bengkulu. Hanya saja belum diketahui jadwalnya, karena masih menunggu keputusan dari Gubernur Bengkulu Dr H Ridwan Mukti MH yang menyatakan lelang sebelumnya resmi gagal.

Untuk lelang yang kedua ini, pemprov akan memperioritaskan putra asli daerah Bengkulu.

“Selain berpengalama dalam bidang perhotelan, kita harapkan orang Bengkulu yang dapat memenangkannya lelang ini nanti,” kata Pelaksana tugas (Plt) Sekda Provinsi Drs H Sumardi MM kepada BE, kemarin.

Walaupun diprioritaskan, lanjut Sumardi, pemprov juga tidak akan membatasi orang luar Bengkulu untuk ikut dalam lelang.

“Orang luar Bengkulu juga boleh ikut, ini juga terbuka untuk siapa saja,” tambahnya.

Dijelaskan Sumardi, jika dalam kesempatan pertama orang Bengkulu tidak ada yang mendaftar, maka pemprov akan membukanya kesempatan pendaftaran hingga 3 kali. Namun hingga pendaftaran ketiga juga tidak ada orang Bengkulu, maka keputusan bulat akan ditentukan bagi yang mendaftar saja.

“Kalau satu kali hingga tiga kali tidak ada juga, ya yang ada ada aja yang kita pilih,” ujarnya.

Walau pun sebelumnya lelang yang dimenangkan PT Sekotong Graha Mandiri telah dinyatakan lelang gagal, namun hingga saat ini pemprov juga belum menyelesaikan proses adminitrasi lelang gagal, seperti penandatanganan gubernur atas lelang gagal kepada pemenang lelang.

Dengan demikian, jadwal lelang pun masih belum bisa dipastikan, kapan akan dimulai.

“Belum, menunggu persetujuan dari gubernur dulu. Setelah itu baru kita sampaikan secara resmi dan setelah lengkap administrasinya, baru akan kita lakukan penjadwalan lelang yang baru,” urainya. terang Sumardi.

Begitu pun dengan panitia lelang, pemprov juga belum secara resmi menetapkannya, masih ingin mengkaji ulang terhadap kepanitian yang akan melakukan lelang mess pemda.

“Panitianya juga akan kita siapkan, tapi masih kita kaji. Apakah pakai panitia yang lama atau dibentuk yang baru,” tandasnya. (151)