Mess Pemda Dilirik Investor Asing

mess_pemda_bengkulu
=foto
DOK/Bengkulu Ekspress
Mess Pemda Provinsi Bengkulu yang berdiri megah di kawasan wisata Tapak Paderi, Kota Bengkulu ini belum pernah difungsikan sejak dibangun.

BENGKULU, Bengkulu Ekspress– Jika tidak ada halangan, Pemerintah Provinsi Bengkulu akan melelang Mess Pemda pada bulan Agustus mendatang. Meski demikian, sejauh ini sudah banyak yang berminat menjadi peserta lelang. Salah satunya adalah investor asal China.

Kepala Badan Pendapatan dan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi Bengkulu, H Heru Susanto SE MM mengatakan, baik dari dalam maupun luar negeri dibolehkan ikut lelang, asalkan memenuhi syarat-syarat lelang yang telah ditetapkan. Syarat itu wajib dipenuhi oleh para peserta lelang.



“Dari luar negeri ada yang mau ikut, tapi di dalam negeri juga banyak yang mau ikut. Kita perbolehkan semua ikut lelang,” terang Heru kepada Bengkulu Ekspress, kemarin (26/7).

Tidak hanya dari luar negeri, investor nasional dan investor asal Bengkulu juga akan ramai-ramai ikut jadi peserta lelang. Investor nasional tersebut seperti Lippo Group, Sahid Group, Transmart, Ciputra Group dan investor lainnya. Sedangkan dari Bengkulu seperti Raffles City Hotel dan Sekotong Group.  “Memang sudah banyak. Tinggal lagi kita buka lelangnya,” bebernya.

Nanti akan dibuka lelang secara terbuka. Semua peserta lelang akan dihadirkan dalam penawaran secara bersama. Siapa yang lebih cepat dan menwarkan paling mahal untuk mengelola Mess Pemda, maka itu yang akan jadi pemenangnya. Menurut Heru, sebelum lelang, para calon peserta harus menyerahkan rencana pengelolaan atau master plannya terlebih dahulu. Termasuk penyertaan modal. Sehingga bisa pastikan bahwa investor yang ikut lelang benar-benar mampu untuk mengelola aset daerah itu dengan baik.

“Dalam penawaran akan kita lihat, mau dibuat seperti apa Mess Pemda ini. Jadi, kita bisa lihat seperti apa Mess Pemda ke depan,” tegas Heru.

Dalam perjanjian kontrak nanti, Pemprov akan membuat kesepakatan ke pemenang lelang. Jika dalam waktu satu tahun belum juga dikelola, maka pemprov bisa memutuskan kontrak lelang tersebut.  “Dalam satu tahun harus ada progresnya. Kalau tidak, bisa kita putuskan kontrak. Artinya tidak serius mau mengelola,” ujarnya.

Menurut Heru, saat ini pihaknya sedang menunggu hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) terhadap nilai aset yang akan dilelang. Ketika nilai itu telah keluar, maka akan diajukan peraturan gubernur (pergub) untuk segera melakukan lelang.  “Mudah-mudahan dalam waktu dekat penilaiannya sudah keluar,” tutur Heru.

Secara teknis, kepanitiaan lelang sudah dibentuk. Termasuk teknis lelang sudah disiapkan. Tinggal selangkah lagi Mess Pemda akan di lelang. Sehingga targetnya tahun 2020 Mess Pemda sudah bisa difungsikan.  “Semakin cepat difungsikan, maka akan semakin baik,” tandasnya. (151)