Mesin Penggilingan Padi Difungsikan

Mesin penggilingan padi bantuan pemda Provinsi Bengkulu terbengkalai.
Mesin penggilingan padi bantuan pemda Provinsi Bengkulu terbengkalai.

Setelah Lama Terbengkalai

AIR NIPIS, Bengkulu Ekspress – Mesin penggilingan padi berkapasitas besar yang lama terbengkalai di Desa Suka Bandung, Air Nipis mendapat perhatian dari Wakil Bupati Bengkulu Selatan (BS), Gusnan Mulyadi SE MM. Gusnan mengaku dalam waktu dekat ini, dirinya akan mengupayakan agar mesin tersebut bisa difungsikan.

“ Sangat disayangkan bantuan mesin penggilingan padi di Desa Suka Bandung terbengkalai, insya allah dalam waktu dekat ini segera bisa difungsikan,”katanya.

Gusnan mengatakan, mesin penggilingan padi tersebut merupakan bantuan Pemda Provinsi Bengkulu 3 tahun lalu. Mesin bantuan tersebut disalukan Dinas Pertanian Provinsi ke warga Bengkulu Selatan. Tujuannya untuk penggilingan padi yang bagus dan berkualitas. Hanya saja, karena belum difungsikan, sehingga belum bisa menghasilkan beras yang berkualitas.

“ Saya sudah koordinasikan dengan Pemda Provinsi, mudah-mudahan dalam waktu dekat segera bisa difungsikan,” ujarnya.

Gusnan menjelaskan, mesin penggilingan padi tersebut dapat menggiling padi dalam jumlah besar, kemudian beras yang dihasilkan beras yang bersih dan tidak patah-patah. Dengan begitu, dapat memproduksi beras Bengkulu Selatan yang berkualitas dan akhirnya harga jual beras BS bisa bersaing dengan daerah lain.

Dengan belum difungsikannya mesin tersebut, selama ini beras yang dihasilkan dari mesin penggilingan padi yang ada di Bengkulu Selatan masih banyak yang patah-patah dan bercampur kulitnya.

Akibatnya, harga jual beras BS rendah, serta kualitasnya kalah dari daerah lainya. Dengan harga jual beras rendah, dimanfaatkan pengumpul padi dari daerah lain masuk ke BS dan berani membeli dengan harga tinggi. Sehingga banyak beras dari BS yang dibawa ke luar dan akhirnya diklaim beras daerah lain.

“ Ke depan kita bisa menproduksi beras yang berkualitas dengan harga yang bagus, sehingga diharapan tidak ada lagi gabah padi dari BS yang keluar daerah,” demikian Gusnan. (369)