Mesin Mati, Kapal Terdampar

PONDOK KELAPA, BE- Kapal ikan milik pengusaha Simpang Kandis, H Yase, Senin (11/3) kemarin terdampar di bibir pantai Pondok Kelapa, kecamatan Bengkulu Tengah. Kapal itu terapung-apung dimainkan ombak, selama 24 jam mesinnya mati dan jangkarnya putus saat menjaring ikan di tengah laut. “Senin sore, kapal itu sudah terdampar di pantai ini. Lantaran mesinnya mati dan jangkarnya putus,” jelas Mis, Nelayan Desa Pondok Kelapa 2 saat memberi keterangan kepada BE siang kemarin. Dituturkan Mis, kapal ikan sepanjang 12 meter itu,mesinnya mati saat awak kapal hendak melempar jangkar. Tali jangkar putus sehingga kapal menjadi oleng hingga terhempas dan terdampar ke pinggir pantai. “Nakhoda dan anak buahnya, berjumlah 4 orang. Nakhoda kapal saat kejadian kabur, entah dimana sekarang. Kapal ditinggalkan begitu saja terapung dilautan,” ujar Mis. Samsudin, buruh nelayan, H Yase mengungkapkan kapal, itu hanya diambil mesin dan jaringnya saja. Sementara badan kapal dibiarkan dan dibaung saja saja. ”Terserah siapa pun mau mengambilnya. Karena kondisi badan kapal sudah tidak layak lagi untuk dipakai melaut,” ujar Samsudin, dengan dahi mengernyit. (cw2)