Mertua Tewas Ditangan Menantu

PINO RAYA, BE- Sulaiman (70), warga Desa Nanjungan, Kecamatan Pino Raya, Jumat (8/6) malam sekitar pukul 22.05 WIB ditemukan tewas akibat tusukan pisau atau sangkur yang biasa dipakai oleh satpam dalam menjalankan tugasnya. Diduga kuat, tewasnya almarhum akibat ditusuk oleh menantunya, Sahiman (30), pria asal Desa Pering, Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma. Peristiwa pembunuhan itu berawal saat Jumat malam sekitar pukul 22.00 WIB, pelaku sedang ribut mulut dengan istrinya yang merupakan anak kandung dari almarhum. Melihat keributan tersebut almarhum menghampiri keduanya untuk memberikan nasehat agar mereka tidak ribut lagi. Terlebih lagi kalau mereka itu tinggal dalam satu rumah. Karena Sahiman bersama istrinya masih menumpang tinggal dengan orang tua istrinya atau mertua pelaku. Rupanya mendapat teguran dan nasehat dari mertuanya itu pelaku tidak terima dan gelap mata dan mengambil sangkur yang tidak jauh dari tempatnya. Lalu pelaku menusukan sangkur tersebut ke tubuh korban sebanyak 4 kali. Tiga tusukan pelaku mengenai lengan tangan kiri korban hingga menyebabkan tangan kiri korban mengalami luka. Pelaku juga menusuk bagian dada korban dan tusukan tersebut diduga menembus jantung korban. Mendapat tusukan pada dada tersebut korban langsung tersungkur dan tidak berselang lama korban tewas di tempat yang belum sempat dilarikan ke rumah sakit. Melihat korban sudah tewas, pelaku langsung menngambil sepeda motornya dan pergi. Namun belum sempat pergi jauh sekitar pukul 11.05 WIB pelaku berhasil ditangkap di jalan raya Desa Tedunan, Kecamatan Semidang Alas Maras. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres BS. “Meninggalnya korban karena ditusuk oleh pelaku yang merupakan menantunya pakai sangkur yang tepat mengenai jantung korban,” kata Hj Sri Gusti yang masih merupakan kerabat korban yang dibenarkan oleh Kepala Desa Nanjungan Supin kepada BE kemarin. Kapolres BS AKBP YOhanes Hernowo SIK MH melalui Kasat Reskrim AKP Zulfi Besemah didampingi Kapolsek Pino Raya AKP Marsi Yamat membenarkan adanya peristiwa yang menyebabkan korban hingga tewas. Menurutnya kejadian itu dipicu oleh keributan pelaku dengan istrinya sehingga korban berusaha menghentikan keributan itu akan tetapi mendapat nasehat bukan membuat pelaku meredahkan emosi malahan membuat pelaku nekad menghabisi nyawa mertuanya dengan menusukinya pakai sangkur hingga tewas. Aparat yangmendapati laporan pembunuhan itu langsung bergerak cepat dan berhasil mengejar pelaku yang diduga hendak melarikan diri ke arah Talo. “Berkat kesigapan aparat pelaku dapat dibekuk di Desa Tedunan yang berusaha pergi walaupun dari pengakuan pelaku bukan untuk melarikan diri tapi untuk menyerahkan diri ke Mapolsek SAM,” terangnya. (369)