Merokok Rentan Tertular Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni SKM MKes

BENGKULU, BE – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni SKM MKes mengungkapkan, gaya hidup yang bisa meningkatan risiko tertular Covid-19 dan penyakit tidak menular lainnya adalah merokok.

”Hal tersebut disebabkan saat merokok, orang harus melepas masker,” kata Herwan Antoni pada BE Selasa (10/11).

Bahkan kebiasaan merokok beramai-ramai juga kerap tidak mengindahkan jarak yang aman. Ditambah lagi risiko virus yang masuk dari tangan yang memegang rokok pun masih ada. Lebih daripada itu, Covid-19 adalah penyakit yang menyerang paru-paru, sementara merokok merusak fungsi paru-paru dan menurunkan kekebalan tubuh.

Herwan Antoni menambahkan, saat perokok terinfeksi Covid-19, lebih susah memerangi virus ini. Bukti yang ada saat ini menunjukkan perokok memiliki tingkat kematian dan keparahan yang lebih tinggi dibanding pasien Covid-19 yang bukan perokok.

“Yang Sangat dirugikan pada perokok pasif. Karena mereka ini adalah bukan penikmat rokok, tapi terkena imbas dari asapnya yang terhirup secara tidak langsung,” imbuhnya lagi.

Ia melanjutkan, walaupun memang yang paling berat adalah perokok itu sendiri, karena pada asapnya itu ada sel radang yang menyebabkan kemampuan pertahanan tubuh kita berkurang. Sehingga saat terinfeksi virus dan penyakit-penyakit lain, lebih gampang terserang.

“Merokok mampu menyebablan kemampuan pertahanan tubuh berkurang sehingga mudah terinfeksi virus dan penyakit tidak menular lainnya,” ujar Herwan.

Masih menurut Herwan Antoni, penyakit tidak menular lainnya yang dapat menyerang perokok, diantaranya penyakit jantung. Penyakit ini bisa dicegah dengan menjaga pola hidup yang sehat. Dengan begitu, risiko terkena penyakit jantung koroner atau serangan jantung bisa dihindari hingga 80%.

“Kalau orang kena penyakit jantung kuncinya kita harus tetap bergerak, karena saat kita bergerak imunitas bisa meningkat. Imunitas ini terdiri dari sel-sel kekebalan tubuh, yang lebih bagus saat sirkulasi kita lancar,” tuturnya.
Ia mengaku, meningkatkan imunitas tidak hanya mengurangi risiko penyakit tidak menular. Akan tetapi juga dapat mencegah tertular virus korona. Sehingga pada saat bekerja dari rumah, disarankan untuk mengambil waktu 30 menit berdiri dan berjalan-jalan setelah duduk berjam-jam di depan layar komputer.

“Olahraga bersama dengan keluarga sambil tetap menjaga jarak aman di rumah, dapat menciptakan kebersamaan yang berkualitas dan membantu menurunkan stres sehingga terhindar dari korona,” tutupnya. (999)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*