Meriahnya Senam DI Style Bengkulu Ekspress

Anak-anak, Nenek-nenek Hingga Warga Binaan Ikut Serta

RIO-LOMBA SENAM DI STYLE-BE (15)Bengkulu Ekspress (BE) kembali menggelar lomba Senam Demi Indonesia (DI) Style yang berhadiah puluhan juta rupiah. Jika sebelumnya BE mengadakan penyisihan di halaman kelurahan Tengah Padang,  kemarin BE mengadakannya di halaman Graha Pena Bengkulu Ekspress di Jalan Jati simpang skip Kota Bengkulu.
Babak penyisihan DI Style kemarin diikuti oleh 6 kelurahan dan Lembaga Pemasyarakatan Bengkulu, Bagaimana kemeriahan acara tersebut, berikut laporannya.

========================================================================

ARI APRIKO,

Kota Bengkulu
=========================================================================

Penyisihan senam DI Style yang berhadiah puluhan juta kembali digelar. Babak penyisihan kali ini merupakan yang terakhir. Dan pada hari terakhir kemarin dikuti oleh 7 kelompok senam yaitu 6 dari kelurahan dan 1 dari Lapas Malebero. Bahkan Ketua Yayasan Jantung Sehat Kota Bengkulu, Hj Armelly Kanedi turut hadir menyaksikan dan mendukung langsung gelaran lomba senam DI Style yang digelar Bengkulu Ekspress. Susana manarik dari kegiatan tersebut adalah selain pesertanya yang tampak kompak melakukan gerakan senam DI Style dalam kegiatan tersebut juga diikuti oleh semua kalangan usia. Mulai dari usia sembilan tahun hingga usia 58 tahun. Peserta yang menyertakan anak-anak adalah dari kelurahan Surabaya, dari 13 anggota senamnya mereka menyertakan 4 orang anak yang masih duduk di Bangku kelas 3 SD atau sekitar berusia 9 tahun. Dalam melakukan senam DI Style ini mereka membawakan gerakan yang berbeda dari yang biasa dibawakan peserta lainnya. Essy selaku pelatih mengakui dalam gerakan DI Style yang mereka bawa mereka mengkombinasikan gerakan tari, senam dan kick boxing. “Tim kita ini berasal dari sanggar tari, dan biasanya kita mengikuti lomba tari, namun karena ini terbuka untuk umum sehingga kami mencoba untuk¬† mengkombinasikan senam dengan tari dan kick boxing,” ungkap Essy.
Gerakan yang mereka ciptakan tersebut cukup memukau penonton yang hadir pada acara tersebut. Terlebih lagi peserta yang dimewakili kelurahan surabaya ini didominasi oleh anak baru gede (ABG).
Lain yang ditampilkan Kelurahan Kandang Limun pesertanya didominasi oleh ibu-ibu, bahkan ada nenek-nenek yang usianya sudah menginjak 58 tahun. Namun mereka tetap semangat dan emergik dalam mengikuti lomba karena mereka sendiri sudah terbiasa melakukan senam karena mereka semuanya tergabung dalam klub senam jantung sehat.”Meskipun umur saya sudah 58 tahun, saya masih semangat mengikuti senam ini,” ungkap Hasnawati.
Hadir juga dalam kesempatan tersebut perwakilan dari lapas Malabero yang dipimpin langsung oleh istri Kalapas Malabero. Dari 10 peserta yang mengikuti senam tersebut 6 diantaranya adalah warga binaan lapas. Menurut Virdanita, istri Kalapas, mereka memang sering melakukan kegiatan senam di dalam lapas. “Dengan ikut kegiatan keluar seperti ini kita harapkan mereka akan lebih aktif dalam kegiatan di dalam Lapas, dan mereka akan menjadi lebih baik,” ungkap Virdanita.
Selain ketiga peserta tersebut peserta lainnya adalah kelurahan Beringin raya, Jitra, Pondok Besi dan Pintu Batu. Dalam mempersiapkan kelompoknya, mereka melakukan persiapn yang berbeda beda. mulai dari satu bulan namun ada yang mempersiapkannya hanya dalam waktu 4 hari. Dan kelompok yang hanya mempersiapkan selama empat hari adalah kelurahan Jitra. namun meskipun mereka hanya mempersiapkan hanya dalam waktu singkat namun mereka hanya mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh semangat dan energik.
Babak penyisihan ini dimulai sekitar pukul 15.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 17.00 WIB. Setiap kelompok diberi kesempatan dua kali untuk nmanampilkan kebolehan mereka dalam memlakukan senam DI Style.(**)