Menyambangi Pabrik Mobil Toyota, Berkapasitas 130 Ribu Unit dan Ramah Lingkungan

proses produksi mobil toyota di TMMIN plant 2 Karawang (4)

Toyota melalui Agung Automall dan Auto 2000 selalu memberikan kesempatan kepada awak media untuk menyaksikan ajang Indonesia Internasional Motor Show (IIMS) setiap tahunnya. Namun ada yang spesial di tahun ini. Selain menyaksikan pameran otomotif terbesar di Indonesia, puluhan jurnalis diajak menyaksikan langsung perakitan mobil Toyota di TMMIN Plant 2 Karawang.

==============
Ari Apriko,

Karawang
=============
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Plant 2 Kerawang berada di kawasan Industri  KIIC (Karawang Internasional Industril Estate) berjarak sekitar 70 Km dari Jakarta. TMMIN Plant 2 Karawang merupakan satu dari 4 pabrik perakitan mobil Toyota di Indonesia yaitu Plant 1 dan 2 Sunter serta Plant 1 Karawang.
Saat mengelilingi lokasi TMMIN Plant 2 Karawang, awak media didampingi langsung oleh GM Corporate Planing and Public Relations, Widyawati, GM, Production and Engineering, Nandi, GM Eksternal Affairs Division, Teguh Prihono serta tim PR TMMIN.
Menurut Wakil Presiden Direktur PT TMINN, Warih Andang Tjahjono, TMMIN Plant 2 Karawang memiliki kapasitas 130.000 unit yang beroperasi sejak 2013. Di pabrik tersebut mobil Toyota produksi secara utuh/complete build-up (CBU) 5 line up mobil Toyota  yaitu Toyota Fortuner, Kijang Innova, Etios Valco, Vios dan Yaris.
Untuk Plant 1 dan 2 Karawang, berlokasi di lahan seluas 100 hektar dengan fasilitas produksi berupa stemping shop (pengepresan), welding shop (pengelasan), painting shop (pengecatan) dan assembly shop (perakitan).  “Mobil ini yang diproduksi di 2 pabrik ini dengan standard global, bahkan tiga diantaranya menjadi basis ekspor Toyota yaitu Fortuner, Innova dan Vios,” kata Warih.
Pabrik Karawang ini juga didukung oleh beberapa fasilitas penunjang lainnya yaitu test course (lintasan pacu) sepanjang 1 kilometer untuk pengetesan unit kendaraan yang telah selesai diproduksi sebelum dikirimkan kepada distributor di dalam maupun luar negeri.
“Mobil yang kita produksi di sini selain untuk kebutuhan dalam negeri juga ekspor seperti ke Timur Tengah. Jadi jika nanti bapak-bapak pergi umroh melihat Yaris atau Kijang Inova dengan posisi stir di sebelah kiri, maka itu diproduksi di Karawang ini,” jelas Warih.
Lebih lanjut Warih menjelaskan, dalam proses produksi setiap arena memiliki beberapa pos baik untuk pemasangan maupun pengecekan. Setiap satu pos hanya membutuhkan waktu 2,4 menit. Dengan begitu setiap 2,4 menit TMMIN Plant 2 Karawang mengeluarkan mobil baru.
“Waktu produksi tersebut bisa saja bertambah sesuai dengan permintaan kendaraan. Karena kita tidak menyediakan stok kendaraan di gudang, melainkan berapa yang dipesan baru kita memulai produksi,” jelas Warih.
Semua pabrik Toyota baik yang berada di kawasan Sunter maupun Karawang merupakan pabrik ramah lingkungan. Pabrik-pabrik ini menerapkan konsep “Clean, Bright dan Comfort” (CBC).
Konsep CBC ini diimplementasikan dengan penggunaan atap tembus pandang sehingga mengurangi pemakaian lampu di siang hari. Pabrik ini juga menerapkan Toyota Environmental Management System untuk menjaga agar proses produksi tetap ramah terhadap lingkungan. Toyota menerapkan pemakaian panel surya, instalasi pengolahan air limbah/Waste Water Treatment (WWT) di setiap area pabrik, serta memperkenalkan proses pengecatan berbasis air (water-based painting).
Selain eco-friendly, pabrik Toyota juga menerapkan konsep employee-friendly. Setiap pabrik Toyota juga selalu memperhatikan kenyamanan karyawan dalam bekerja akan meningkatkan produktivitas.
Toyota mengimplementasikan penggunaan alat-alat bantu dalam proses produksi yang ergonomi, rendah konsumsi energi dan memudahkan para karyawan dalam melaksanakan proses produksi. Selain itu, setiap pabrik Toyota juga dilengkapi dengan fasilitas olah raga, kesehatan dan kerohanian untuk menambah kenyamanan karyawan.

Toyota Production System
Pabrik-pabrik Toyota menerapkan implementasi Toyota Production System (TPS). Dalam dunia industri manufakur, TPS telah terbukti bekerja efektif untuk meningkatkan efisiensi. Inti dari sistem ini adalah menekan agar mencegah terjadi pemborosan/inefisiensi dan mengurangi aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah. TPS memiliki dua pilar utama yaitu Just in Time (JIT) dan Jidoka.
Dengan Just in Time, Toyota memproduksi kendaraan sesuai dengan jenis yang diperlukan, pada saat yang diperlukan dalam jumlah yang diperlukan. Hal ini sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya penumpukan dalam penyimpanan serta menjamin kualitas kendaraan yang diterima pelanggan selalu dalam kondisi prima. Kendaraan yang diterima oleh konsumen adalah kendaraan yang baru selesai diproduksi di pabrik Toyota, bukan kendaraan yang telah disimpan lama.
Pilar kedua TPS adalah Jidoka yaitu berbagai aktivitas yang mencegah terjadinya ketidaknormalan untuk menjaga kualitas produksi selalu prima. Tiga prinsip dasar Jidoka adalah tidak menerima cacat, tidak membuat cacat dan tidak meneruskan cacat. Pengejawantahan prinsip ini adalah dengan memberikan wewenang penuh bagi operator unutk menghentikan lini produksi jika terjadi abnormalitas.
“Hasilnya adalah proses yang cepat dan fleksibel dalam memberikan apa yang diinginkan pelanggan pada waktunya dengan kualitas tertinggi dan harga yang pantas. Kami pun telah menularkan TPS dengan memberikan bantuan berupa laboratorium TPS ke dua Universitas (UI dan ITB),” tutup Warih.(**)