Menwa Dituntut jadi Pelopor Patriotisme

EKO/Bengkulu EkspressStaf Ahli Gubernur Bengkulu Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Soemarno memasangkan baret kepada Menwa yang telah selesai mengikuti Diksarmil, kemarin (19/3).

BENGKULU, Bengkulu Ekspress – Pendidikan Dasar Militer (Diksarmil) yang diikuti Resimen Mahasiswa (Menwa) Mahadwiyudha Bengkulu resmi ditutup. Penutupan itu ditandai dengan upacara yang digelar di halaman kantor Gubernur Bengkulu, kemarin (19/3).

Staf Ahli Gubernur Bengkulu Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan, Dr Soemarno MPd mengatakan, mahasiswa yang telah tergabung dalam Menwa harus memberikan contoh sebagai pelopor jiwa patriotisme dan nasionalisme “Menwa harus bisa menjadi pelopor patriotisme dan nasionalisme,” ujar Sumarno saat menjadi Inspektur Upacara tersebut.

Dikatakannya, tidak hanya sebagai pelopor patriotisme dan nasionalisme, Menwa juga dituntut mengedepanan kepemimpinan intelektual. Bukan malah menjadi pelopor sikap yang mengedepankan arogan.  “Para mahasiswa harus memiliki pola pikir seperti ini,” tambahnya.

Soemarno juga menegaskan, dalam menyikapi kondisi politik, ekonomi sosial dan budaya yang sedang berkembang. Para mahasiswa termasuk Menwa tidak terjebak pada model unjuk rasa atau demonstrasi yang bersifat anarkis. “Ini harus ditanamkan terhadap mahasiswa,” tutur Soemarno.

Dengan melakukan pelantihan Diksarmil, maka nilai dari pendidikan itu harus tetap diaplikasi. Tidak hanya di kehidupan mahasiswa, tapi juga dalam kehidupan sosial di luar kampus.  “Ke depan bagaimana kreativitas, produktif dan inovasi mereka dapat berkontribusi untuk pembangunan di Bengkulu,” tutupnya. (151)