Mensos: Penyaluran PKH dan BPNT Harus Diawasi Bersama

Foto/Hendrik/bengkuluekspress.com. Pemberian bantuan secara simbolis oleh Menteri Sosial Dr., Drs., M. Idrus Marham, MSc., kepada Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah dan sekeligus mengukuhkan Rohidin Mersyah sebagai Pembina TAGANA (Taruna Siaga Bencana) wilayah Bengkulu.
Foto/Hendrik/bengkuluekspress.com. Pemberian bantuan secara simbolis oleh Menteri Sosial Dr., Drs., M. Idrus Marham, MSc., kepada Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah dan sekeligus mengukuhkan Rohidin Mersyah sebagai Pembina TAGANA (Taruna Siaga Bencana) wilayah Bengkulu.

Bengkulu, Bengkuluekspress.com – Penyaluran bantuan sosial program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT) harus diawasi bersama. Kedua bantuan program Pemerintah RI di era Presiden Jokowi ini, kini sudah bisa dicairkan masyarakat Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Launching pencairan program PKH tahap 2 dan BPNT ini secara nasional dipusatkan di Bengkulu, tepatnya di Gedung Daerah Balai Raya Semarak atau rumah dinas Gubernur Bengkulu, Jumat (11/5/18). Launching ini langsung dihadiri Menteri Sosial Dr. Drs. M. Idrus Marham, MSc.

“Program PKH dan BPNT ini pelaksanaan tugas presiden yang dalam hal ini menunjuk Kementerian sosial dalam menjalankannya. Program ini bertujuan agar kebutuhan mendasar masyarakat penerima PKH dan BPNT bisa terpenuhi untuk kehidupannya, serta mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan,” ujar Mensos Idrus Marham saat diwawancarai bengkuluekspress.com usai acara Jumat (11/5/2018).

Idrus menerangkan, penyaluran PKH dan BPNT ini harus diawasi bersama. Untuk para ibu-ibu penerima PKH dan BPNT yang mendapat masalah atau terjadi saat mau mencairkan BPNT mau dimintai uang oleh aparat pelaksana maka laporkan kepada Pak Gubernur, yang hari ini juga kita kukuhkan menjadi Pembina TAGANA (Taruna Siaga Bencana ) wilayah Bengkulu. Jika penyaluran PKH ataupun BPNT tidak disalurkan kepada masyarakat khususnya kota Bengkulu maka laporkan kepada kepolisian. Karena itu merupakan tindak pidana.

“Untuk pencairan kedua sudah bisa diambil. Dalam periode tahun depan penerima PKH dan BPNT ditambah jumlah penerimannya agar terwujudnya masyarakat yang sejahtera. Saya juga sampaikan bahwa PKH ini bertujuan mengurangi beban dan untuk PKH ini sifatnya sementara saya harap setelah 6 tahun dalam masa pendampingan oleh pendamping PKH, ibu-ibu sudah mandiri dan perlahan lepas dari kemiskinan,” tegasnya.

Ia menambahkan, bantuan khusus PKH setiap penerima mendapatkan Rp 1, 8 jutaan dalam setahun. Pencairannya per tiga bulan Rp 500 ribu untuk biaya pendidikan. Untuk penerima BPNT di 8 kabupaten Provinsi Bengkulu masih dalam bentuk Rastra yang akan mendapatkan bantuan beras 10 kg beras per bulannya.

Untuk penerima BPNT Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong tidak menerima dalam bentuk beras karena telah memiliki KKS (Kartu Keluarga Sejahtera) dalam per bulannya mendapatkan uang Rp 110 ribu dan boleh ditukar berupa beras dan telur di E-warung yang ada. Jumlah penerima PKH sendiri mencapai 10.946 penerima di Kota Bengkulu.

Sementara itu Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Bengkulu H. Rohidin Mersyah, MMA., mengatakan, sangat mengapresiasi kunjungan Kerja Menteri Sosial kedua kalinya ke Bengkulu. Pada kunjungan pertama saat Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menandatangani MoU (Momerendum of Understanding) mengenai penerimaan bantuan sosial PKH.

Kedua kalinya Kunjungan Kerja (Kunker) Menteri Sosial dan ini kali pertama Dr. Drs. M. Idrus Marham, MSc., datang ke Bengkulu dalam rangka penyaluran PKH, BPNT dan Pencanangan Kampung Siaga Bencana.

“Kegiatan ini merupakan berlandaskan bantuan sosial untuk kemanusian. Program ini diharapkan betul dapat mendapatkan manfaat untuk kemajuan Provinsi Bengkulu. Dengan itu kita harapkan untuk mewujudkan masyarakat Provinsi Bengkulu yang sejahtera. Untuk itu kita tingkatkan komitmen dan dukungan untuk membangun keluarga sejahtera tersebut,” tutupnya.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir para pejabat Bengkulu lainnya, untuk mendampingi Mensos M. Idrus Marham dan Plt. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah. Para pejabat itu antara lain, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Nopian Andusti, Kapolda Bengkulu Drs Coki Manurung SH. M.Hum, Danlanal Bengkulu Agus Izudin ST, Danrem, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Endang Kurnia Saputra, Wakil ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Kadis S 041 Garuda Emas Kolonel Infanteri Irnando Arnold B Sinaga, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bengkulu dan Kota Bengkulu, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, para penerima PKH daN BPNT, serta tamu undangan lainnya. (HBN/ADV)