Menkes Apresiasi, Program Kesehatan Rejang Lebong

ARY/Bengkulu Ekspress Menteri kesehatan saat menandatangani prasasti peresmian gedung PSC 119 di Jalan Sukowati Curup. Dalam kunjungannya ke Rejang Lebong, Menkes mengapresiasi program kesehatan khususnya kader kesehatan 211 yang dimiliki Kabupaten Rejang Lebong.

CURUP, Bengkulu Ekspress – Menteri Kesehatan RI Prof Dr dr Nila Djuwita F Moeloek, SpM (K) mengapresiasi program kesehatan yang dilakukan oleh Kabupaten Rejang Lebong. Terutama program pembentukan kader 211 yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong melalui Dinas Kesehatan, yakni membina 2 orang kader untuk 1 desa dan 1 program. Terlebih lagi menurut Menkes, dari program Kader Kesehatan 211 tersebut, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong telah membentuk kader kesehatan sebanyak 18 ribu orang yang tersebar di 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong.

“Pembentukan kader kesehatan 211 yang dilakukan oleh Kabupaten Rejang Lebong ini sangat luar biasa, apalagi bisa menghimpun hingga 18 ribu orang,” sampai Menkes saat melakukan kunjungan kerja dan bertatap muka dengan 3 ribu kader kesehatan 211 di Rumah Dinas Bupati Rejang Lebong, Kamis (14/3) siang kemarin.

Menkes mengapresiasi program Kader Kesehatan 211 ini, karena menurutnya untuk menggerakkan masa sebanyak itu tidak mudah, terlebih lagi masa tersebut untuk kebaikan umat. Terlebih lagi menurutnya kesehatan saat ini adalah hal yang sangat penting sekali. Lebih lanjut Ni F Moeloek juga menjelaskan bahwa Kader Kesehatan 211 memiliki peran yang penting dalam pembentukan keluarga yang sehat di Kabupaten Rejang Lebong. Karena menurutnya Kader Kesehatan 211 turun langsung untuk mensosialisasikan pentingnya kesehatan ditengah-tengah masyarakat, sehingga masyarakat akan berlaku hidup sehat.

Ia mencontohkan kader kesehatan 211 ini akan mengedukasi ibu-ubu hamil tentang pentingnya melahirkan anak-anak sehat. Karena menurut Nila anak yang sehat awal dari kesejahteraan keluarga. “Program yang dilakukan oleh Kabupaten Rejang Lebong ini diharapkan bisa dilakukan di daerah lain di Indonesia,” paparnya. Bahkan berkat inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Menkes berjanji akan mengusulkan Kabupaten Rejang Lebong kepada lembaga kesehatan dunia yaitu WHO untuk mendapat penghargaan dalam bidang kesehatan, karena apa yang dilakukan oleh Kabupaten Rejang Lebong ini merupakan suatu trobosan yang baik dalam dunia kesehatan



“Apa yang dilakukan di Rejang Lebong ini akan saya laporkan ke WHO, semoga mendapat penghargaan dari WHO dan bisa ditiru oleh daerah lain di Indonesia,” harap Menkes.

Sementara itu, dalam sambutannya, Bupati Rejang Lebong, DR H A Hijazi SH MSi menjelaskan selain telah membentuk kader kesehatan 211 di 156 desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Rejang Lebong, Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong juga telah menganggarkan beasiswa untuk anak-anak Rejang Lebong yang berprestasi, dimana beasiswa yang diberikan yaitu untuk menempuh pendidikan kedokteran. “untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis, khususnya dokter di Kabupaten Rejang Lebong ini, kita telah menyiapkan beasiswa untuk anak-anak kita yang berprestasi agar bisa kuliah di fakultas kedokteran,” sampai bupati.

Bahkan menurut bupati, saat ini sudah ada 16 orang yang telah dikuliahkan di fakultas kedokteran oleh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong. Dimana menurut bupati, saat lulus nanti mereka bisa mengabdi di Kabupaten Rejang Lebong sehingga Rejang Lebong tidak lagi kekurangan tenaga dokter. Sementara itu, berdasarkan pantauan Bengkulu Ekspress, dalam kunjungannya ke Kabupaten Rejang Lebong kemarin.

Selain menggelar pertemuan dengan perwakilan Kader Kesehatan 211, Menkes juga melaunching aplikasi program Kesehatan Pendekatan Keluarga (KPK), serta meresmikan gedung Public Safety Center (PSC) 119 yang ada di Jalan Sukowati Curup. Peresmian gedung PSC 119 ditandai dengan penandatangan prasasti dan pengguntingan pita oleh Menteri Kesehatan RI.(251/prw)




    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*