Menjadi Manusia Silver Demi Menyambung Hidup

 

Gilang MG/BE
Herman berpose memberikan hormat saat meminta sumbangan

DemiĀ  menyambung hidup memenuhi kebutuhan sehari-hari. Herman Ardiansyah (15), manjadi manusia silver. Dia terpaksa menjadi manusia silver, karena sulitnya mencari pekerjaan di Kota Bengkulu, saat ini. Terlebih Herman hanya tamatan SD. Pemuda asal Kota Linggau inipun menjadikan manusia silver sebagai pekerjaan pilihan baginya.

Seperti Apa Lika-liku Hidup Manusia Silver?

Simak Laporannya

Gilang MG-Kota Bengkulu

Pemuda asal Kota Linggau tersebut sudah 3 tahun merantau ke Bengkulu. Semenjak putus sekolah tidak tamat SD. Ia langsung mencoba peruntungannya di Kota ini. Awalnya tiba di Kota Bengkulu, Herman menjadi badut jalanan. Dia menggunakan kostum karakter Masha and The Bear, mengenakan kostum Masha.

“Hanya pekerjaan ini yang bisa saya lakukan Mas. Sebab SD saja saya tidak tamat, jadi tak bisa melamar pekerjaan ke lembaga resmi atau swasta,” ungkap Herman Ardiansyah kepada BE Rabu (18/11)

Saat memerankan badut Masha, Herman mencari sumbangan uang di trafict light di depan Mapolda Bengkulu, di Jalan Adam Malik, Km 8 Kota Bengkulu. Setiap hari Herman meminta sumbangan dari para pengendara sejak pukul 15.00 WIB sampai pukul 21.00 WIB. Setiap hari rata-rata dia mendapatkan uang Rp 100 ribu. Uang itu ia gunakan sekitar Rp 15 ribu untuk menyewa kostum Masha. Sisanya ia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Termasuk untuk menyewa rumah yang berpindah-pindah hampir setiap bulan.

Semenjak 1 bulan terakhir Herman beralih memilih menjadi manusia silver. Ia beralih menjadi manusia silver, dikarenakan tempat penyewaan kostum baju badut yang biasa ia sewa sekarang sudah tutup.

Sementara itu, untuk menjadi karakter Manusia Silver, Herman mengaku hanya butuh tinta sablon dan minyak. Dengan waktu pengerjaan kurang dari 3 menit, untuk melumuri seluruh badan dengan modal Rp 15-20 ribuan. Alat-alat itu bisa beli sendiri di toko.

Tinta sablon tersebut biasa Herman beli di toko cat di sekitaran tempat tinggalnya, untuk ukuran satu kaleng tinta sablon tersebut biasa ia beli dengan harga Rp 15 ribu, satu kaleng cat tinta tersebut bisa bertahan untuk 7 kali pemakaian. Untuk mewarnai badannya, Herman meminta bantuan kepada rekan kerjanya untuk mewarnai
bagian yang tidak bisa ia lakukan sendiri.

“Dalam sehari biasanya saya dapat Rp 150 paling besar, Mas. Itupun kalau hari Sabtu dan Minggu saja,” tutur pria berkaca mata tersebut.

Bertelanjang dada di tengah jalan sebagai Manusia Silver sempat membuat Herman merasa malu. Namun apa boleh buat, demi mennyambung hidup dia melepaskan rasa malunya itu. Remaja berusia 15 tahun ini tetap rela melakoni perannya di jalan.Sejak sore hingga tengah malam. Ia mencari rezeki di kawasan simpang Empat Km 8, Jalan Panggeren Natadirja dan sesekali ke KM 8 di Jalan Adam Malik.

Herman mengatakan, sore hingga malam merupakan waktu yang tepat mengamen di jalanan. Selain tak terpapar terik matahari, ia mengaku bisa menghindar dari razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

“Alhamdulilah, saya belum pernah tertangkap Satpol PP, tetapi kalau dikejar saya sudah sering,” imbuhnya.

Herman selalu berpindah-pindah lokasi saat beraksi menjadi manusia silver, agar tidak terjaring razia Satpol PP. (**)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*