Meninggalnya Terduga Pelaku Curanmor, Pihak Keluarga Niat Lapor Polda

LEBONG, bengkuluekspress.com – Merasa ada kejanggalan atas meninggalnya Riandi (23) warga Bandar Agung Pendopo Kabupaten Empat Lawang Provinsi Sumatera Selatan, terduga pelaku Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), oleh tim macan Swarang Polres Lebong, pihak keluarga berencana akan melaporkan kejadian tersebut ke Polda Bengkulu.  Salah seorang keluarga korban yang dihubungi melalui pesan singkat Whatsapp (WA), Medi Suhandra, mengatakan,  adiknya tersebut ditangkap tim gabungan di wilayah hukum Polsek Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang.

“Posisi penangkapan di Kepahiang, dalam keadaan sehat dan tidak ada perlawanan,” sampainya, Kamis (15/10).

Sementara setibanyanya di jemput oleh anggota unit pidana umum (Pidum) atau macan Swarang Satres Polres Lebong, diketahui bahwa Riandi bersama temannya GS (20), ditembak di bagian kaki dan mengakibatkan Riandi meninggal dunia (MD).  Mereka (keluarga) menganggap ada kejanggalan atas penembakan yang dialami oleh adiknya tersebut dan berencana akan melapor ke Polda Bengkulu.

“Kita sedang menyiapkan apa-apa dulu apa yang harus disiapkan dan rembuk keluarga,” ujarnya

Kembali mengingatkan, ditangkapnya Riandi bersama temannya GS karena diduga telah melakukan pencurian 1 unit sepeda motor milik warga Kecamatan Lebong Utara. Mendapatkan laporan, akhirnya anggota Polres Lebong langsung berkoordinasi dengan Polres kabupaten tetangga dan akhirnya kedua terduga pelaku berhasil ditangkap di wilayah hukum Polsek Bermani Ilir Kabupaten Kepahiang pada hari Selasa (13/10) sekitar pukul 05.00 WIB.

Pada saat diamankan anggota gabungan di kawasan Polsek Bermani Ilir, kedua terduga sedang membawa 2 unit kendaraan yang diduga merupakan hasil curian. Sehingga kedua pelaku langsung diamankan, selanjutnya pada siang hari langsung dibawa ke Mapolres Lebong.

Akan tetapi, ketika akan dibawa ke Polres Lebong, keduanya diduga akan melarikan diri sehingga anggota Macan Swarang Unit Pidum Sat Res Polres Lebong, terpaksa menghadiahi keduanya timah panas. Untuk terduga Riandi dihadiahi timah panas di kedua kakinya, sementara GS ditembak di kaki sebelah kiri.

Namun malang yang dialami Riandi, meskipun timah panas yang sebelumnya bersarang dikakinya sudah dilepas oleh tim medis di RSUD Lebong, ketika dibawa ke Mapolres Lebong, kondisi Riandi melemah dan selanjutnya kembali di bawa ke RSUD Lebong, namun setelah mendapat perawatan, nyawanya sudah tidak tertolong lagi dan dijemput langsung oleh pihak keluarga pada hari Rabu (14/10) sekitar pukul 11.30 WIB.

Setibanya di rumah duka, pihak keluarga tidak langsung memakamkan jenazah, akan tetapi membuka peti untuk melihat kondisi Riandi dan darai pemeriksaan pihak keluarga melihat ada bekas luka tembakan di kaki Riandi dan beberapa luka lebam mulai dari kepala dan badan. (614)

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.*