Menhub Dijadwalkan Cek Lokasi Rel KA

BENGKULU, BE – Jika tidak ada kendala, pukul 10.35 WIB pagi ini Menteri Perhubungan RI, Iganasius Jonan dijadwalkan tiba di Bengkulu dalam rangka kunjungan kerja ke Pulau Sumatera.

Selain dijadwalkan meninjau Bandara Fatmawati Bengkulu, Ignasius Jonan bersama rombongan didampingi Gubernur Bengkulu H Junaidi Hamsyah juga direncanakan akan melihat langsung lokasi pembangunan rel kereta api di Kampung Melayu Kota Bengkulu. Peninjauan lokasi pembangunan rel kereta api ini dinilai penting, karena Menhub sendiri sudah sering mendesak PT Mandela Resources sebagai pemakarsai proyek tersebut untuk meminta keseriusan dari investor.

“Ikut serta dalam rombongan Pak Menhub besok (hari ini, red) adalah Dirjen Perkereta Apian, secara otomatis mereka juga akan meninjau lokasi pembangunan rel kereta api yang berdekatan dengan Pelabuhan Pulau Baai,” ungkap Kadishubkominfo Provinsi Bengkulu, Drs Misran Musa, kemarin.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan rel kereta api Bengkulu-Muara Enim sepanjang 230 Km dalam waktu dekat ini segera akan dilelang oleh Dirjen Perkereta-Apian Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Sejauh ini sudah ada 4 investor yang sudah melakukan penjajakan dan siap berinvestasi membangun rel kereta api yang membutuhkan mencapai Rp 24 triliun tersebut.

Keempatnya adalah PT China Railway Egenering, PT European Investor Group PT Wika Indonesia dan PT Mandela Resources yang selama ini sebagai pemrakarsa mega proyek tersebut.
“Berdasarkan rapat di Dirjen Perkereta-Apian di Jakarta beberapa waktu lalu, saat ini Dirjen sudah melakukan penelitian dan nanti akan disiapkan proses lelang jika izin untuk pemrakarsa sudah turun,” bebernya.

Menurutnya, Kemenhub sendiri sudah beberapa kali mendesak PT Mandela Resources untuk menanyakan keseriusan beberapa investor tersebut. Namun belakangan ini Dirjen Perketera Apian juga memboleh PT Mandela Resources untuk mengikuti lelang, meskipun selama ini PT tersebut terlibat sebagai pemrakarsa atau konsultannya saja.

“Sekarang tinggal menunggu izin untuk pemrakarsa, jika sudah ada, maka lelangnya segera diproses,” imbuhnya.

Diakui Misran, berdasarkan kajian yang dilakukan PT Mandela Resources sebagai pemrakarsa proyek tersebut, waktu yang dibutuhkan untuk membangun mega proyek itu sedikitnya 5 tahun.
Waktu selama 5 tahun itu untuk persiapan dan pembebasan lahan membutuhkan waktu sekitar 2 tahun. Selanjutnya memulai pengerjaan rel kereta hingga selesai dibutuhkan waktu paling tidak 3 tahun.

“Pembangunannya nanti murni investiasi dari pihak swasta, peran pemerintah daerah hanya membentuk tim untuk membantu memfasilitasi pembebasan lahan. Sedangkan biaya untuk ganti rugi lahan tersebut juga murni ditanggung oleh investor pemenang lelang itu,” terangnya.

Ditambahkan Misran, rel KA Bengkulu-Muara Enim akan melewati sejumlah kabupaten/kota, yakni Kota Bengkulu, Kepahiang, Tebing, Lahat dan Muara Enim.
“Untuk tahap pertama, rel kereta api Bengkulu-Muara Enim ini fokus mengangkut batubara menuju Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Bengkulu sendiri akan mendapatkan dana sharing yang besarannya akan dibahas antara Pemda Provinsi Bengkulu dengan investor dan Kemenhub,” imbuhnya. (400)