Mengunjungi Usaha Budidaya Jamur Tiram

ASRI/Bengkulu Ekspress BUDIDAYA: Warga Padang Kapuk, Kota Manna membudidayakan jamur tiram dan bisa menjadi sumber penghasilan keluarga.

Cuma Modal Lahan 4×8 Meter,  Hasilkan Jutaan Per Bulan

Santo merupakan salah satu warga Bengkulu Selatan yang selalu tekun dalam bekerja. Bagaimana tidak, usaha budidaya jamur tiram yang digelutinya mampu menjadi sumber penghasilan keluarga. Sebab dalam satu bulannya, bisa menghasilan uang lebih dari Rp 3 juta. “ Usaha ini sudah saya geluti sejak 7 tahun lalu,” katanya.

Santo menceritakan awal dirinya memulai usaha tersebut, yakni melihat budidaya jamur di Bengkulu Selatan saat itu belum begitu banyak. Sedangkan di pulau jawa sudah sangat marak. Sehingga dengan modal Rp 300 ribu, dirinya memanfaatkan pekarangan rumahnya tempat budidaya jamur.

Dikatakannya, sebelumnya dirinya membuka usaha budidaya Jamur di Seginim. Namun karena jauh dari pusat perkotaan, sehingga pemasarannya sulit, akhirnya dirinya pindah ke Kota Manna. Dengan lahan 4×8 meter disulapnya menjadi tempat usaha budidaya jamur. “Bibit jamur ini saya datangkan dari Jawa,” ujarnya.

Santo menjelaskan, untuk tempat budidaya jamur, dirinya membuat 60 slop media jamur. Setiap media jamur diisi serbuk kayu dan dedak. Setelah bibit jamur ditanam, jamur baru bisa panen setelah usia 3 minggu. Pada saat panen perdana, dari 60 media tersebut mampu menghasilkan 5 kg jamur. Setiap kg jamur dijual dengan harga Rp 20 ribu.



Setelah itu setiap dua hari sekali jamur tersebut bisa dipanen. Setiap panen bisa mencapai 20 kg. “Umur jamur ini hanya 3 bulan, setelah itu ditanam lagi bibit baru, “ imbuhnya. Untuk pemeliharaan jamur,sambung Santo tidak terlalu sulit. Hanya saja media jamur tersebut shunya harus selalu lembab. Mengingat saat ini sedang musim panas, agar suhu tempat budidaya jamur selalu lembab, maka dirinya setiap pagi dan sore selalu menyiram tanaman jamur.

Keunggulan dari usaha jamur ini, beber Santo bisa dikonsumsi anak-anak dan orang tua. Jamur ini bisa dikelola menjadi makanan ringan seperti jamur krispi. “Almhamdulillah, sampai saat ini, usaha budidaya jamur tiram ini masih terus berjalan, bahkan para pembeli sering datang sendiri ke rumah,” terang Santo. (***)