Mengintip Proyeksi Pembangunan Kota Bengkulu 2015

Dari Pengalihan Lahan Pengolahan Tinja Hingga Kantor Walikota
RUDI - SIDAK - Walikota melakukan sidak ke Instalasi Pengelohan Limbah Tinja Sawah Lebar, kemarin. Tempat ini akan dijadikan sebagai kawasan BUMD yang begerak dibidang perbengkelan mesin (3)

Pembangunan merupakan suatu usaha yang sistematis yang dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkan unsur swasta maupun kelompok masyarakat lainnya pada tingkatan yang berbeda-beda.  Di dalamnya saling terkait antara aspek fisik, sosial ekonomi dan aspek lainnya sehingga berbagai peluang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.  Bagaimana proyeksi pembangunan Kota Bengkulu di tahun 2015? Simak laporan berikut.
====================
RUDI NURDIANSYAH,

Kota Bengkulu

====================

SUASANA Kantor Walikota tampak berbeda selama sepekan terakhir dimulai dari hari Senin (27/10) lalu. Bagian Protokol dan Hubungan Kemasyarakat pada Sekretariat Pemerintah Kota terlihat selalu siaga di pagi hari. Sebab, Ketika hari hendak beranjak siang, Walikota H Helmi Hasan SE secara mendadak melakukan inspeksi ke sejumlah kawasan di Kota Bengkulu yang akan disentuh oleh pembangunan.
Tak terkecuali yang dilakukan Helmi, kemarin (30/10). Sekitar pukul 09.30 WIB, mantan anggota DPRD Kota Bengkulu periode 2004-2009 ini melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) ke Jalan Jambu III Kelurahan Sawah Lebar. Kawasan ini merupakan area Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja dengan luas lahan sekitar 3 hektare. Dahulu, kawasan ini dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma, namun sekarang beralih dikelola oleh Dinas Pertamanan dan Kebersihan (Distamber) Kota Bengkulu.
Menggunakan masker dan sepatu boots, Helmi meninjau seluruh aset Pemerintah Kota yang ada di kawasan tersebut. Sesekali ia menanyakan tentang kegunaan aset-aset Distamber Kota Bengkulu yang telah banyak berubah menjadi rongsokan seperti alat pengolahan sampah dan dump bekas truk sampah. Dari Sidak itu, lahir gagasan untuk mendirikan bengkel milik pemerintah agar dapat menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang baru. “Dengan ini kita ingin ada sumber PAD baru tanpa harus membebankan masyarakat,” kata Helmi menjelaskan tentang rencana pengalihan fungsi tempat Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja tersebut usai Sidak.
Perbengkelan yang akan dibangun di kawasan ini akan diolah oleh sebuah badan pemerintah dalam bentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) seperti PDAM. Dengan adanya bengkel ini, pemerintah akan mengarahkan perbaikan seluruh kendaraan dinas milik Pemerintah Kota ke kawasan ini. Disamping itu, BUMD ini juga diharapkan mampu untuk menampung seluruh tenaga kerja lulusan SMK yang belum memiliki akses pekerjaan di perusahaan atau permodalan untuk membuka bengkel sendiri. “Selain akan menjadi pencetak PAD baru, dia juga bisa merekrut tenaga kerja dan penghematan anggaran bagi pemerintah,” sampainya.
Dengan adanya BUMD baru ini, Pemerintah Kota terus berupaya agar dapat mencari sumber-sumber PAD yang baru dengan memanfaatkan sejumlah aset yang telah ada. Dengan demikian, Pemerintah Kota dapat secara mandiri menyediakan anggaran bagi kebutuhan pembangunan. Selama ini, anggaran pembangunan Pemerintah Kota sangat bergantung dengan pendanaan dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi. “PAD yang membebankan masyarakat sudah ketinggalan zaman, pemerintah harus kreatif dalam mencari PAD,” tegasnya.
Selain pembangunan BUMD baru tersebut, banyak hal yang direncanakan oleh Pemerintah Kota akan dibangun pada tahun 2015 mendatang. Diantaranya rencana yang banyak tersebut sebut saja rencana pengembangan lanjutan RSUD Kota Bengkulu, drainase, jalan, peremajaan taman hingga Kantor Walikota.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bengkulu, Ir H Darmawansyah MT, mengenai hal ini mengatakan, total anggaran yang dibutuhkan untuk membangun seluruh sarana infrastruktur pada tahun 2015 mendatang sekitar Rp 230 miliar atau hampir mencapai seperempat dari total APBD Tahun 2015 yang dirancang sebesar Rp 900 miliar. Anggaran terbesar di alokasikan untuk pembangunan sekitar 300 titik jalan sebesar Rp 97 miliar dan gedung walikota sebesar Rp 70 miliar.
“Untuk kantor sudah kita usulkan penambahan 2 unit bangunan untuk gedung Satpol PP dan Inspektorat,” ungkap Darmawansyah.
Bilamana APBD Kota Bengkulu tahun 2015 tidak dapat menopang seluruh kebutuhan anggaran tersebut, Dinas PU Kota Bengkulu mengusulkan pengambilan sumber dana yang berasal dari Pusat Informasi Pemerintah (PIP) khusus untuk pembangunan Kantor Walikota. Namun, dana dari PIP ini bersifat pinjaman yang harus dibayarkan oleh Pemerintah Kota pada tahun anggaran berikutnya.  “Semua perencanaannya sudah kita siapkan,” demikian Darmawansyah.
Pembangunan di Kota Bengkulu ditujukan agar Kota Bengkulu dapat berdiri sejajar dengan kota-kota besar lainnya. Dengan adanya pembangunan, Pemerintah Kota berharap dapat mampu meningkatkan pendapatan daerah dengan tetap menjaga kelestarian sumber daya alam agar dapat terus dimanfaatkan oleh generasi sekarang dan generasi lanjut. (**)