Mengenang Sosok WN Djangjaya, Sosok yang Disiplin dan Tegas

Ari, Jenazah Almarhum mantan bupati Rejang Lebong saat hendak dibawa ketempat peristirahatan terakhir di TPU Talang Rimbo Baru (1)

Rabu (18/3) Bumi Pat Petulai Berduka. Pasalnya salah satu putra terbaiknya dipanggil sang khalik untuk selama-lamanya. Ia adalah Drs H Wahidun Nurdin Djangdjaya. Sosok Wahidun adalah mantan Bupati Rejang Lebong priode 1979-1984. Bagaimana sosok almarhum di mata para sahabat? Berikut laporannya;

ARI APRIKO, Curup

Sosok Wahidun Nurdin Djangdjaya, adalah sosok yang dikenal disiplin dimata para sahabatnya. Salah satunya diungkapkan oleh Mantan Sekretaris Provinsi Bengkulu Drs Asnawi A Lamat. Menurut Asnawi, selain disiplin, almarhum juga dikenal dengan sosok yang tegas serta berani dalam mengambil keputusan.
“Sikap berani dan tegas yang ia pegang juga diiringi dengan siap menanggung segala risiko yang akan dihadapi,” ungkap Asnawi saat di rumah duka yang terletak di Jalan Sukowati Curup, Rabu siang.
Menurut Asnawi, dengan sikap disiplin, tegas dan berani yang dimiliki almarhum, selama hidupnya almarhum sempat menduduki jabatan-jabatan strategis di pemerintahan. Baik menjadi Bupati Rejang Lebong, ataupun menjadi Sekretaris Wilayah Tingkat I Bengkulu.
“Dengan kepergian beliau kita sangat kehilangan. Almarhum adalah sosok yang patut kita teladani,” kenang Asnawi.
Karena keistimewaan dan ketokohan sosok almarhum, ratusan masyarakat Rejang Lebong bersama para pejabat baik dari Provinsi Bengkulu maupun Pemkab Rejang Lebong, tampak mengantar almarhum ke peristirahatan terakhirnya di TPU Kelurahan Talang Rimbo Baru Kecamatan Curup Tengah. Almarhum dimakamnya setelah Salat Zuhur. Sebelum dimakamkan, almarhum disalatkan di Masjid Al Darul Hikmah Kelurahan Talang Rimbo Baru.
“Masjid tempat almarhum disalatkaan adalah masjid yang pembangunannya atas perjuangan beliau,” ungkap salah seorang kerabat almarhum, Darmansyah.
Terkait dengan sakit yang diderita almarhum, Darmansyah belum bisa memastikan. Namun sebelum tutup usia, almarhum sudah dua hari menjalani perawatan di Rumah Sakit Tiara Sella Bengkulu lantaran menderita sakit perut. Almarhum yang meninggal pada 17 Maret 2015 sekitar pukul 19.45 berusia 79 tahun. Almarhum meninggalkan satu orang istri, empat orang anak dan menantu serta 7 orang cucu.
“Kami sangat kehilangan tokoh Rejang yang telah banyak membangun Bengkulu,” tambah Darmansyah.
Sementara itu, perwakilan dari Pemerintah Rejang Lebong, Asisten III, Zulkarnain, MT yang mewakili Bupati RL, H Suherman, SE, MM menyampaikan ucapan duka dari seluruh masyarakat Rejang Lebong. Menurut Zulkarnain, sosok Wahidun merupakan tokoh Rejang yang patut diteladani. “Tanpa mengurangi rasa hormat, kami mewakili masyarakat Rejang Lebong mengucapkan selamat jalan kepada almarhum,” ungkap Zulkarnain.
Sebelum dimakamkan, almarhum selaku alumni institut pemerintahan dalam negeri (IPDN) dilakukan prosesi pelepasan oleh alumni IPDN dari Provinsi Bengkulu. (**)